KUNINGAN – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kuningan yang akan digelar Kamis (29/1/2026), peta persaingan calon ketua masih terbilang sepi. Di tengah situasi yang “adem ayem” ini, petahana Lena Herlina justru menegaskan sikapnya untuk tidak maju kembali memperebutkan kursi nomor satu di organisasi tersebut.
Pengusaha perempuan yang dikenal energik ini secara terbuka menyatakan ketidaksiapannya jika harus dipilih kembali menjadi Ketua. Keputusan ini diambil bukan karena ingin meninggalkan dunia perkoperasian, melainkan adanya pergeseran prioritas dalam aktivitasnya ke depan.
- Perburuan Gelar ISL Makin Panas: Tekuk Bali United 3-2, Borneo FC Samai Poin Persib Bandung
- Gol Indah Mario Peralta Samakan Kedudukan 1-1, Laga Sengit Bali United vs Borneo FC Masih Berlangsung
- Selasa Besok PLN ULP Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Kuningan Timur, Ini Lokasinya
- Meriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cirebon, Kuningan Usung Eksotisme Tradisi Kawin Cai
- Kuasai Segiri, Persib Bandung Bungkam Persija 2-1 dan Kokoh di Puncak Klasemen
Saat dikonfirmasi pada Selasa (27/1/2026), Lena menegaskan bahwa dirinya ingin lebih leluasa mengembangkan usaha pribadinya yang tengah dirintis. Selain itu, ia memiliki misi khusus untuk terjun langsung ke lapangan membina generasi baru.
”Mohon maaf, saya tidak berkenan jika harus menjadi Ketua lagi. Selain ingin fokus pada pengembangan usaha sendiri, saya akan memfokuskan diri untuk membina UMKM, khususnya bagi kalangan anak muda atau milenial di Kuningan,” ungkap Lena Herlina.
Menurutnya, regenerasi pelaku usaha sangat penting. Oleh karena itu, ia memilih mengambil peran sebagai mentor di belakang layar ketimbang memegang jabatan struktural ketua. Meski demikian, Lena memastikan loyalitasnya terhadap organisasi tidak luntur.
”Saya tetap berada di keluarga besar Dekopinda, tidak ke mana-mana. Hanya posisinya saja yang berbeda, saya ingin memberikan kesempatan bagi figur lain untuk memimpin,” tegasnya.
Terkait suksesi kepemimpinan dalam Musda nanti, Lena menaruh harapan besar agar proses demokrasi tersebut berjalan lancar meski bursa kandidat saat ini terkesan senyap. Ia menitipkan pesan kepada siapa pun figur yang nantinya dipercaya memimpin Dekopinda periode mendatang.
”Siapapun ketua yang terpilih nanti, harapannya harus bisa membawa kemajuan konkret dan mampu mengembangkan koperasi di Kabupaten Kuningan agar lebih adaptif dengan tantangan zaman,” harap Lena.
Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Kabupaten Kuningan, Soejarwo, menyoroti fenomena sepinya bursa calon ketua ini sebagai sinyalemen yang perlu dievaluasi. Pria yang akrab disapa Mang Ewo ini menilai, mundurnya Lena sebagai petahana seharusnya menjadi “alarm” sekaligus peluang bagi tokoh-tokoh ekonomi lain untuk tampil.
”Kesan senyap ini memunculkan pertanyaan, apakah posisi Ketua Dekopinda kurang seksi lagi bagi pengusaha? Namun, keputusan Ibu Lena untuk fokus membina UMKM muda patut diapresiasi. Kini tantangannya adalah mencari figur pengganti yang sepadan untuk menahkodai Dekopinda ke depan,” ujar Soejarwo. (Nars)

















