KUNINGAN – Kabar pemadaman listrik di awal Ramadan, Kamis (19/2/2026) besok bagi warga di kawasan Cigugur dan Cisantana, Kabupaten Kuningan. Namun, jangan khawatir tak bisa siapkan menu segar untuk berbuka puasa.Jadwal pemeliharaan jaringan yang dirilis PT PLN (Persero) ULP Kuningan untuk Kamis (19/2/2026) besok, dipastikan berakhir pada pukul 14.00 WIB.
Artinya, aliran listrik sudah akan kembali normal jauh sebelum waktu berbuka puasa tiba, sehingga warga masih punya waktu cukup untuk membekukan es batu atau mendinginkan sirup dan takjil.
- Resmi Naik! Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Meroket per 10 Juni 2026
- Polemik Dana Pokir PKS Kuningan: Mantan Dewan Soroti Etika Komunikasi, Fraksi Janjikan Evaluasi
- Dramatis, Petugas Gabungan di Kuningan Berhasil Bujuk Seorang Ibu yang Ingin Akhiri Hidup
- Satlantas Kuningan Tunda Jadwal Patuh Lodaya 2026, Polisi: Tertib Berlalu Lintas Jangan Tunggu Ada Operasi
- Soroti Anggaran Cetak BPKAD Rp 2,8 Miliar, Ketua LSM Frontal Sebut Kebijakan Bupati Kuningan Menghina Akal Sehat
Petugas PLN ULP Kuningan, Nasuha, mengkonfirmasi bahwa durasi pekerjaan penggantian trafo distribusi ini dijadwalkan berlangsung selama empat jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.
“Kami mengupayakan pekerjaan selesai tepat waktu, atau bahkan lebih cepat. Jadi jam 2 siang listrik dinormalkan kembali, ibu-ibu di rumah masih sempat menyalakan kulkas dan magic com untuk persiapan berbuka puasa hari pertama,” ujar Nasuha, Rabu (18/2/2026).
Kepastian jadwal ini juga menjadi angin segar bagi para pengelola destinasi wisata kuliner di kaki Gunung Ciremai seperti Arunika Eatery dan Rageman Café yang masuk dalam wilayah terdampak.
Dengan listrik yang menyala kembali pada pukul 14.00 WIB, operasional dapur resto untuk menyambut tamu buka puasa (bukber) diprediksi tidak akan terganggu signifikan. Persiapan makanan dan minuman dingin untuk pelanggan saat azan Magrib masih bisa dilakukan dengan optimal di sisa waktu sore hari.
Selain dua lokasi wisata tersebut, wilayah yang akan mengalami penghentian aliran sementara meliputi Desa Cipari, Desa Cisantana, sebagian Desa Cigugur, BTN Cigugur, Pabrik Susu Laras Ati, serta kantor PDAM Cigugur dan PDAM Cipari.
Nasuha tetap mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas pada jam pelaksanaan pekerjaan dan memisahkan instalasi genset bagi yang menggunakannya, sembari memohon doa agar petugas di lapangan diberi kelancaran.
“Mohon doa restunya agar pekerjaan tuntas sesuai jadwal, sehingga ibadah puasa warga tetap nyaman dengan pasokan listrik yang lebih handal,” ujarnya. (Nars)














