KHAZANAH – Umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan melaksanakan salat Tarawih berjemaah. Di balik antusiasme memadati masjid pada malam perdana, terdapat keutamaan Kembali Suci Bak Bayi Baru Lahir, Inilah Dahsyatnya Fadhilah Tarawih Malam Pertama.
- Bongkar Misteri TGR dan Taspen, HMI Tantang Keberanian Bupati dan Sekda Kuningan Temui Massa di Aksi Jilid 2
- LKPJ Kuningan 2025 Disorot: 60 Ribu Peserta JKN Dicoret, DPRD Peringatkan Ancaman Ledakan Miskin Baru
- Resmi Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Kuningan, Wawan Tepis Isu Polemik Internal
- Bupati Kuningan Sentil Keras PT Jaswita Soal Waduk Darma, Ada Apa?
- Bupati Kuningan Tanggapi Masukan LKPJ, Isu TGR Hingga “Pertemuan Pendopo”
Merujuk pada kitab Durratun Nasihin—salah satu kitab yang sering menjadi rujukan mengenai keutamaan bulan Ramadan—malam pertama Tarawih menawarkan pengampunan dosa yang total bagi seorang mukmin.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa orang mukmin yang melaksanakan salat Tarawih di malam pertama akan dibersihkan dari dosa-dosanya. Kitab tersebut mendeskripsikan kondisi sang mukmin dengan kalimat:
يَخْرُجُ الْمُؤْمِنُ مِنْ ذَنْبِهِ فِى اَوَّلِ لَيْلَةٍ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ
Artinya: Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.
Ungkapan ini menyiratkan bahwa seorang hamba yang ikhlas beribadah di malam pembuka Ramadan akan kembali kepada kondisi fitrah. Seperti seorang bayi yang baru lahir, ia dianggap bersih, suci, dan belum memiliki catatan keburukan.
Keutamaan ini menjadi penyemangat spiritual yang kuat bagi umat Islam. Momen malam pertama bukan sekadar dimulainya kewajiban berpuasa esok hari, melainkan kesempatan emas untuk melakukan “pemutihan” catatan amal dan memulai bulan Ramadan dengan jiwa yang tenang dan suci.
Semangat mengejar fadhilah di malam pertama ini diharapkan dapat menjadi pemicu untuk menjaga konsistensi (istiqamah) ibadah di malam-malam selanjutnya. (Nars)






























