

KHAZANAH – Umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan melaksanakan salat Tarawih berjemaah. Di balik antusiasme memadati masjid pada malam perdana, terdapat keutamaan Kembali Suci Bak Bayi Baru Lahir, Inilah Dahsyatnya Fadhilah Tarawih Malam Pertama.
- Hj Tina Wiryawati Ajak Pelajar Kuningan jadi Pelopor Gerakan Bela Negara di Lingkungannya
- Kasus Dugaan Keracunan MBG di Ciwaru: Satgas Telusuri Dapur Pengolah dan Uji Rantai Pasok Makanan
- Diduga Keracunan Program MBG, Puluhan Siswa di Ciwaru Dilarikan ke Puskesmas, Satu Dirujuk ke RS
- Siaga Karhutla Ciremai, Relawan MPA Silihwangi Majakuning Aktifkan Embung 4.000 Liter
- Hj Tina Wiryawati Ubah Wajah Sungai Cisanggarung, Warga Kadugede Bersiap Sambut Kawasan Wisata
Merujuk pada kitab Durratun Nasihin—salah satu kitab yang sering menjadi rujukan mengenai keutamaan bulan Ramadan—malam pertama Tarawih menawarkan pengampunan dosa yang total bagi seorang mukmin.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa orang mukmin yang melaksanakan salat Tarawih di malam pertama akan dibersihkan dari dosa-dosanya. Kitab tersebut mendeskripsikan kondisi sang mukmin dengan kalimat:
يَخْرُجُ الْمُؤْمِنُ مِنْ ذَنْبِهِ فِى اَوَّلِ لَيْلَةٍ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ
Artinya: Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.
Ungkapan ini menyiratkan bahwa seorang hamba yang ikhlas beribadah di malam pembuka Ramadan akan kembali kepada kondisi fitrah. Seperti seorang bayi yang baru lahir, ia dianggap bersih, suci, dan belum memiliki catatan keburukan.
Keutamaan ini menjadi penyemangat spiritual yang kuat bagi umat Islam. Momen malam pertama bukan sekadar dimulainya kewajiban berpuasa esok hari, melainkan kesempatan emas untuk melakukan “pemutihan” catatan amal dan memulai bulan Ramadan dengan jiwa yang tenang dan suci.
Semangat mengejar fadhilah di malam pertama ini diharapkan dapat menjadi pemicu untuk menjaga konsistensi (istiqamah) ibadah di malam-malam selanjutnya. (Nars)


