KHAZANAH – Umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan melaksanakan salat Tarawih berjemaah. Di balik antusiasme memadati masjid pada malam perdana, terdapat keutamaan Kembali Suci Bak Bayi Baru Lahir, Inilah Dahsyatnya Fadhilah Tarawih Malam Pertama.
- 19 Tahun Mengabdi, Penyuluh KB Kuningan Fokus Berantas Stunting dan Cegah Pernikahan Dini
- Dukung Kebangkitan Ekonomi Petani, Rumah Tani Optimis Rumah Sayur PDAU Kuningan Mampu Serap Komoditas Lokal
- Wujudkan Ketahanan Pangan, Warga Mekarsari Sulap Dana Desa Jadi Irigasi Strategis Lewat Swakelola
- Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy Sebut Kritik Pers Ibarat ‘Jamu’: Kami Tidak Boleh Tipis Kuping
- Antisipasi Puncak Kemarau, Kuningan Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Bakal Gelar Mitigasi
Merujuk pada kitab Durratun Nasihin—salah satu kitab yang sering menjadi rujukan mengenai keutamaan bulan Ramadan—malam pertama Tarawih menawarkan pengampunan dosa yang total bagi seorang mukmin.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa orang mukmin yang melaksanakan salat Tarawih di malam pertama akan dibersihkan dari dosa-dosanya. Kitab tersebut mendeskripsikan kondisi sang mukmin dengan kalimat:
يَخْرُجُ الْمُؤْمِنُ مِنْ ذَنْبِهِ فِى اَوَّلِ لَيْلَةٍ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ
Artinya: Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.
Ungkapan ini menyiratkan bahwa seorang hamba yang ikhlas beribadah di malam pembuka Ramadan akan kembali kepada kondisi fitrah. Seperti seorang bayi yang baru lahir, ia dianggap bersih, suci, dan belum memiliki catatan keburukan.
Keutamaan ini menjadi penyemangat spiritual yang kuat bagi umat Islam. Momen malam pertama bukan sekadar dimulainya kewajiban berpuasa esok hari, melainkan kesempatan emas untuk melakukan “pemutihan” catatan amal dan memulai bulan Ramadan dengan jiwa yang tenang dan suci.
Semangat mengejar fadhilah di malam pertama ini diharapkan dapat menjadi pemicu untuk menjaga konsistensi (istiqamah) ibadah di malam-malam selanjutnya. (Nars)




















