KUNINGAN – Suhu persaingan perebutan gelar juara kompetisi Indonesia Super League (Liga 1) musim 2025/2026 semakin mendidih. Posisi Persib Bandung di puncak klasemen kini mendapat ancaman serius menyusul kemenangan dramatis Borneo FC atas PSM Makassar dengan skor 2-1 pada Sabtu (18/4/2026).
Tambahan tiga poin berkat gol telat skuad “Pesut Etam” membuat mereka kini mengoleksi 63 poin dari 28 pertandingan. Borneo FC menempel ketat dan hanya terpaut satu angka dari Persib Bandung yang duduk nyaman di posisi pertama dengan 64 poin, namun baru memainkan 27 laga.
- Gasak Motor di Area Perkebunan, Pelaku Curat Diringkus Tim Gabungan Polres Kuningan di Sebuah Warkop
- Tingkatkan Keandalan Jaringan, PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah Besok
- Aturan KDMP Kuningan Ketat: Belum 100% Jadi, Bantuan Tak Cair
- Kebakaran Kandang Ayam di Nusaherang, Kerugian Ditaksir Rp120 Juta
- Prakiraan BMKG Meleset? Ini Penyebab Kemarau Kuningan 2026 Tertunda dan Jadwal Terbarunya
Ketatnya margin di papan atas lni ditanggapi salah seorang Bobotoh militan asal Kuningan, Hendrayana. Ia menilai kemenangan Borneo FC harus menjadi peringatan kewaspadaan bagi skuad Maung Bandung di sisa kompetisi.
“Kemenangan Borneo hari ini jadi sinyal bahaya buat Persib. Selisih satu poin itu sangat rawan, ibaratnya kesandung sedikit saja takhta puncak bisa langsung hilang. Kami berharap Persib bisa menganggap semua laga sisa ini sebagai partai final,” tegas Hendrayana saat dihubungi, Sabtu malam.
Meski selisih poin sangat tipis, di atas kertas, probabilitas juara masih berpihak kuat kepada skuad asuhan Bojan Hodak. Hal ini dikarenakan Persib memiliki “tabungan” satu pertandingan lebih banyak dibandingkan rival terdekatnya.
Berdasarkan format kompetisi 34 pekan, berikut adalah proyeksi peluang kedua tim:
– Persib Bandung (Sisa 7 Laga): Dengan poin saat ini (64), jika Persib mampu menyapu bersih seluruh kemenangan di 7 laga tersisa, poin maksimal mereka di akhir musim adalah 85 poin.
– Borneo FC (Sisa 6 Laga): Dengan poin saat ini (63), raihan maksimal yang bisa dicapai “Pesut Etam” jika memenangkan semua laga sisa hanyalah 81 poin.
Secara matematis, ujar Hendra, Persib tidak perlu bergantung pada hasil pertandingan tim lain. Untuk mengunci gelar juara dan memupus harapan Borneo FC, Maung Bandung “hanya” butuh tambahan 18 poin (6 kemenangan) dari 7 pertandingan sisa, yang otomatis akan membuat koleksi poin mereka menyentuh angka 82 (tidak bisa lagi terkejar oleh Borneo FC).
Jadwal Sisa Laga Penentu Gelar Juara
Untuk mengamankan takhta, kedua tim akan dihadapkan pada jadwal padat di fase krusial akhir musim. Berikut adalah proyeksi sisa pertandingan yang harus dilakoni oleh Persib Bandung dan Borneo FC menuju tangga juara:
Sisa 7 Laga Persib Bandung:
– Pekan 28: Dewa United vs Persib Bandung (Senin, 20 April 2026)
– Pekan 29: Persib Bandung vs PSS Sleman
– Pekan 30: Arema FC vs Persib Bandung
– Pekan 31: Persib Bandung vs Madura United
– Pekan 32: Persebaya Surabaya vs Persib Bandung
– Pekan 33: Persib Bandung vs Persik Kediri
– Pekan 34: Persis Solo vs Persib Bandung
Sisa 6 Laga Borneo FC:
– Pekan 29: Borneo FC vs Bali United
– Pekan 30: Persija Jakarta vs Borneo FC
– Pekan 31: Borneo FC vs Barito Putera
– Pekan 32: RANS Nusantara vs Borneo FC
– Pekan 33: Borneo FC vs PSIS Semarang
– Pekan 34: Persita Tangerang vs Borneo FC
Melihat jadwal di atas, Hendrayana melihat laga terdekat Persib pekan ke-28 melawan Dewa United sebagai saat yang bagus untuk kembali memperlebar jarak.
“Lawan Dewa United besok adalah ujian konsistensi. Harus sapu bersih, tiga poin harga mati. Terlebih nanti ada laga berat melawan Persebaya dan Arema. Pelatih dan pemain tidak boleh meremehkan lawan. Mentalitas juara harus ditunjukkan dari sekarang,” tambahnya.
Beban berat kini ada di kubu Borneo FC. Skuad asuhan Pieter Huistra tidak hanya dituntut menang di 6 laga sisa yang cukup berat (termasuk melawan Bali United dan Persija), tetapi juga harus berharap agar Persib terpeleset.
“Harapan kami dari Kuningan tentu saja melihat trofi Liga 1 pulang ke Bandung musim ini. Dukungan doa dari Bobotoh di daerah tidak akan pernah putus. Mengamankan 6 kemenangan lagi bukanlah hal yang mustahil jika fokus dan disiplin dijaga,” ujar Hendrayana. (Nars)













