JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan mendalamnya atas insiden yang terjadi di Pejompongan Jakarta pada Kamis (28/8) malam. Ia secara khusus menyoroti peristiwa di mana kendaraan petugas menabrak seorang pengemudi ojek online (ojol) hingga meninggal dunia.
Atas nama pribadi dan pemerintah, Presiden Prabowo mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Afan Kurniawan.
- Punya Sertifikat! Tembakau Kuningan Naik Kelas, Tak Bisa Lagi Diklaim Daerah Lain
- Batal Kepung Gedung Setda, HMI Kuningan Pilih Tunggu Kepulangan Bupati dari Jakarta
- Waspada Pejabat Pesanan di Manajemen Talenta, Bupati Kuningan Diminta tak Ragu Sikat “Trouble Maker”
- Lepas 445 Jemaah Haji Kuningan, Bupati Dian Ingatkan Pentingnya Kesabaran dan Ibadah yang Mabrur
- Persiapan Final, Jemaah Calon Haji Kuningan Kloter Pertama Dilepas Besok, Pengantar Diimbau ‘Sasalaman’ di Rumah
Seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (29/8/2025), Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga korban dan memberikan perhatian khusus kepada orang tua serta saudara-saudaranya. Ia menyatakan terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang dianggapnya berlebihan.
“Saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan, serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab,” tegas Presiden Prabowo.
Ia juga menambahkan bahwa jika terbukti mereka berbuat di luar ketentuan, tindakan sekeras-kerasnya akan diambil sesuai hukum yang berlaku.Dalam pidatonya, Presiden menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan percaya kepada pemerintah yang dipimpinnya.
Ia menjamin bahwa segala keluhan masyarakat akan dicatat dan ditindaklanjuti. Ia juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap unsur-unsur yang ingin menciptakan huru-hara atau kekacauan.
“Aspirasi yang sah, silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, kerusuhan tidak akan menguntungkan rakyat, dan bangsa saat ini sedang berupaya mengumpulkan semua kekuatan untuk bangkit membangun negara yang kuat, sejahtera, dan mandiri. (Nars)
























