KUNINGAN – Rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar di Kuningan pada Ahad (31/8/2025) menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Menyusul insiden kekerasan yang terjadi di beberapa daerah, masyarakat berharap aksi yang direncanakan oleh “Kuningan Melawan” ini dapat berlangsung aman dan tidak anarkis.
- Heboh Isu RTRW Kuningan ‘Dipesan’ Investor, Pejabat Dinas PUTR Buka Suara
- Sejalan dengan Pegiat Lingkungan, Mang Ewo Ingatkan Pemkab Kuningan Jangan Korbankan Zona Konservasi
- Ketua DPRD Kuningan Tegaskan Revisi RTRW Harus Seimbangkan Pariwisata dan Konservasi
- Kuningan Belum Miliki Bangunan SR, Puluhan Siswa Kurang Mampu Terpaksa Sekolah di Cirebon
- Ironi Gunung Mayana: Di Balik Viral Wisata Sunset, Warga Dihantui Krisis Mata Air
Maman, salah seorang warga Kuningan, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia berharap para demonstran tidak terpancing untuk melakukan tindakan anarkis yang bisa merugikan masyarakat.
“Penyampaian aspirasi di muka umum memang menjadi hak semua warga negara, namun jangan sampai membuat kerusakan yang akhirnya merugikan masyarakat sendiri,” katanya.
Menurut Maman, kekhawatiran ini semakin besar setelah beredarnya ajakan aksi yang viral di media sosial. Ia juga mengimbau agar para pendemo berhati-hati terhadap kemungkinan adanya penyusup yang bisa memprovokasi kericuhan.
Informasi yang beredar menyebutkan, aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Kuningan Melawan ini akan digelar di gedung DPRD Kuningan. Massa dengan kode pakaian serba hitam akan berkumpul di sekitar Pandapa Paramarta Kuningan mulai pukul 14.00 WIB.
Rencana aksi ini datang setelah unjuk rasa elemen mahasiswa di Mapolres Kuningan pada Jumat (29/8) sebelumnya. Masyarakat berharap, aksi besok dapat berjalan damai dan aspirasi yang disampaikan bisa diterima tanpa harus menimbulkan kerugian. (Nars)














