KUNINGAN – Kunjungan Safari Ramadhan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), di Kabupaten Kuningan harus diwarnai oleh insiden kriminal. Kemeriahan acara keagamaan yang digelar di Lapangan Bola Desa Rangga Jaya, Kecamatan Cibingbin, pada Kamis (12/3/2026) malam tersebut justru dimanfaatkan oleh kawanan sindikat pencopet untuk menguras harta puluhan warga.
Aksi panjang tangan komplotan ini baru disadari oleh warga sesaat setelah Kang Dedi Mulyadi merampungkan acara dan turun dari panggung. Saat kerumunan massa hendak membubarkan diri, suasana mendadak riuh oleh jeritan kepanikan sejumlah kaum ibu (emak-emak) yang mendapati barang berharganya telah raib dari dalam tas.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Di tengah kepanikan tersebut, kecurigaan warga di lokasi langsung tertuju pada seorang pria yang menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Tanpa dikomando, emak-emak yang kadung emosi secara spontan menangkap pria tersebut. Terduga pelaku nyaris menjadi bulan-bulanan amukan massa.
Beruntung, aparat Kepolisian dan personel TNI yang bersiaga di lokasi bertindak sigap mengevakuasinya ke dalam mobil dinas kepolisian.Insiden kriminal di tengah Safari Ramadhan ini rupanya memakan banyak korban. Sedikitnya lebih dari sepuluh warga berbondong-bondong mendatangi Polsek Cibingbin malam itu juga untuk membuat laporan.
Berdasarkan pendataan sementara, tercatat ada 20 orang yang resmi melaporkan kehilangan harta benda, mulai dari smartphone, perhiasan emas, hingga uang tunai. Kejahatan ini diduga kuat melibatkan pasangan suami istri (pasutri) yang berbagi peran di tengah keramaian.
Meski telah diamankan petugas, terduga pelaku pria masih bersikap bungkam dan bersikeras menepis semua tudingan warga. Pihak kepolisian pun mendapati kendala dalam pemeriksaan awal lantaran tidak ditemukan satu pun barang bukti fisik hasil curian di tangan terduga pelaku.
Kendati polisi belum menemukan barang bukti secara fisik di tubuh pelaku, sejumlah korban memberikan kesaksian yang memberatkan. Mereka dengan sangat yakin mengenali wajah pria tersebut sebagai sosok yang terus menempel ketat dan mengincar tas mereka saat suasana tengah berdesak-desakan di area depan panggung.
Guna mengusut tuntas insiden yang menodai kelancaran acara Safari Ramadhan ini, kedua terduga pelaku telah dilimpahkan ke Polres Kuningan. Pihak berwajib memastikan bahwa penyelidikan dan pengembangan kasus akan terus dilakukan secara intensif untuk membongkar seluruh jaringan sindikat copet yang telah meresahkan warga Kuningan tersebut. (Nars)
























