KUNINGAN – Sebuah angkutan kota (angkot) jurusan Pasar Baru–Kertawangunan terbakar hebat di Jalan RE Martadinata, tepatnya di pertigaan menuju Terminal Tipe-A Kertawangunan, Kamis (9/1/2025) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden ini diduga akibat korsleting listrik pada kendaraan tersebut.
Menurut keterangan dari petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuningan, kebakaran dilaporkan oleh warga yang menyaksikan api mulai membesar dari bagian depan angkot. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman, dan api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit.
- Eksploitasi Anak dalam Promosi Vape, Komdigi Beri Ultimatum Tiga Hari untuk YouTube
- Transformasi Pertanian Kuningan: Inovasi Traktor AI, Perluasan Lahan 5.671 Hektare, hingga Eksplorasi Komoditas Baru
- Menjelang HUT ke-81 RI, Perhatikan Cara Penulisan Ucapan Kemerdekaan yang Tepat Secara Tata Bahasa
- Manajemen Embun Sangga Langit dan PHRI Kuningan Pastikan Penetapan Pajak dan Service Charge Transparan Sesuai Aturan
- Kibarkan Pataka Matahari Putih Bersinar, Udin Kusnedi Optimis Kembalikan Masa Keemasan PAN Kuningan
“Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 17.00 WIB. Api berhasil kami padamkan sekitar pukul 17.35 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ujar salah satu petugas pemadam kebakaran.
Angkot dengan nomor polisi E 1901 YB tersebut diketahui milik Maman Rusmana (65), pensiunan PNS yang berdomisili di Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung.
Saat insiden terjadi, kendaraan sedang dikemudikan oleh Nana Sudiana (44), warga setempat. Nana berhasil menyelamatkan diri sebelum api menjalar ke seluruh bagian kendaraan.
“Tiba-tiba keluar asap dari bagian depan. Mobil langsung berhenti dan sopirnya keluar dari mobil. Tidak lama, api membesar,” kata Dedi warga di sekitar lokasi.
Dedi menceritakan bahwa angkot sempat terlihat melaju sendiri ke pinggir jalan saat terbakar. “Mobilnya bergerak sendiri ke pinggir jalan. Warga sempat panik, tapi banyak juga yang hanya menonton,” ujarnya.
Insiden tersebut sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi. Namun, berkat kesigapan petugas, situasi dapat dikendalikan, dan lalu lintas tetap berjalan lancar.
Menurut Kepala UPT Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, peristiwa ini berawal saat sopir usai melakukan pengisian BBM. Sesampainya di TKP, tiba-tiba ada percikan api di bagian mesin dan langsung menyambar jok depan.
“Sopir sempat memadamkan api dengan kain namun api semakin besar dan sopir bisa menyelamatkan diri,” ungkap Andri.
Dari insiden tersebut pemilik kendaraan mengalami kerugian sebesar Rp 70 juta. (Nars)












