Dengan menempatkan prosesi pelantikan di jalur pendakian, Dian mengingatkan nilai psikologis bahwa tidak ada ruang untuk berleha-leha bagi siapa pun yang menduduki posisi strategis di pemerintahannya.
” Selain tantangan fisik dalam bekerja, pemilihan lokasi terbuka ini juga mencerminkan filosofi tentang tekanan jabatan yang semakin besar pada posisi yang lebih tinggi. Semakin tinggi pohon tumbuh, maka terpaan angin yang menghantam pun akan semakin kencang,” paparnya.
Pesan moral yang ingin disampaikan melalui lokasi ini adalah agar para pejabat tidak mencoba bertahan dengan “memegang kursi” jabatan saat badai dinamika melanda, melainkan harus berpegang teguh pada aturan hukum yang berlaku sebagai sandaran utama agar tidak limbung.
Alasan lain di balik pemilihan tempat yang tak biasa ini adalah keinginan Bupati untuk memantik solidaritas tim dalam menyelesaikan pekerjaan rumah daerah yang masih menumpuk. Dian menginstruksikan para pejabat pimpinan tinggi pratama hingga administrator ini untuk aktif membantu dirinya bersama Wakil Bupati dalam menghadapi berbagai persoalan besar yang menuntut kecepatan gerak birokrasi.
Ia menegaskan bahwa birokrasi hari ini tidak boleh lagi berjalan lambat atau sekadar rutinitas yang membosankan, melainkan harus menunjukkan pergerakan yang lincah dan progresif layaknya seorang pendaki yang mengejar target puncak.
Secara teknis, Dian meyakinkan publik bahwa mereka yang dilantik di jalur pendakian ini merupakan hasil dari proses manajemen talenta dan sistem merit yang panjang serta terukur. Proses evaluasi yang melibatkan pemetaan talenta hingga uji kompetensi diharapkan menghasilkan figur yang memiliki kapasitas untuk mengeksekusi inovasi tanpa rasa takut terhadap resistensi.
“Ini simbol mandat agar pejabat terpilih berani membuka jalan-jalan baru dan melakukan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat luas, meskipun jalan tersebut tidak mudah untuk dilalui,” sebut Dian.
Sebagai pengawal dari filosofi pendakian ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah menyiapkan mekanisme evaluasi kinerja yang sangat ketat dan dilakukan secara berkala setiap triwulan atau semester.
Sekretaris Daerah dan Kepala BKPSDM telah diperintahkan untuk memantau apakah semangat “nanjak” yang digelorakan di Cadas Poleng hari ini benar-benar diimplementasikan dalam bentuk kinerja nyata di lapangan.
Pada akhirnya, Bupati ingin memastikan bahwa pengabdian para pejabatnya akan meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kuningan, melampaui sekadar kenangan atas jabatan struktural yang pernah mereka duduki. (Nars)

























