

KUNINGAN – Polres Kuningan berhasil mengungkap delapan kasus narkoba sepanjang Agustus 2025 dengan menangkap 11 tersangka di berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan. Nama-nama tersangka, beserta lokasi penangkapan mereka, dirilis dalam konferensi pers di Mapolres Kuningan pada Kamis, 4 September 2025.
Kasat Resnarkoba Polres Kuningan, AKP Jojo Sutarjo, menjelaskan bahwa para tersangka memiliki inisial dan alamat yang beragam. “Ada pun nama-nama identitas yang tertangkap oleh kami,” ujarnya.
- Gol Dramatis Ivan Mamut di Ujung Laga, Persija Tekuk Persib 2-1 di GBK
- Babak Pertama El Clasico Liga Premiere, Gol Jeremejeff Bawa Persija Unggul Sementara Atas Persib di GBK
- Pandangan Fraksi PPD DPRD Kuningan: Jangan Sampai APBD Sehat tapi Rakyat Sakit
- Soroti Target Pendapatan Tak “Melesat” di APBD Perubahan 2026, Fraksi PDI-P DPRD Kuningan Desak Evaluasi Kinerja Pemda
- Gerindra Soroti Pemangkasan Drastis Belanja Transfer Desa Rp168 Miliar di Perubahan APBD Kuningan 2026
Di antara mereka adalah tersangka H dan A dari Kecamatan Cigandamekar, tersangka M dari Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, dan tersangka S dari Desa Kertaungaran, Kecamatan Sindangagung.
AKP Jojo juga menyebutkan nama-nama lain, termasuk tersangka N dari Mertapada, Cirebon, tersangka AM dari Cigintung, Kuningan, serta tersangka A dan S dari Kecamatan Ciniru. “Kemudian tersangka J ini di Desa Ancaran,” tambahnya.
Secara spesifik, ia menyebut ada dua tersangka berinisial I yang berasal dari Bireun, Provinsi Aceh. Barang bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka meliputi narkotika jenis sabu sebanyak 3,53 gram, psikotropika 74 butir, dan 2.153 butir obat keras bebas terbatas dari berbagai merek.
Para pelaku menggunakan modus operandi yang bervariasi, mulai dari sistem tempel hingga bertemu langsung dengan pembeli.
Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan hukuman yang berbeda, dengan ancaman pidana minimal 4 tahun untuk narkotika jenis sabu, maksimal 5 tahun untuk psikotropika, dan maksimal 12 tahun untuk obat keras terbatas.
“Kami berkomitmen terus untuk mencari dan memburu para pelaku yang mengedarkan atau menjual atau memiliki, menyimpan, kita babat habis,” tegas AKP Jojo. (Nars)



