
KUNINGAN – Polres Kuningan berhasil mengungkap delapan kasus narkoba sepanjang Agustus 2025 dengan menangkap 11 tersangka di berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan. Nama-nama tersangka, beserta lokasi penangkapan mereka, dirilis dalam konferensi pers di Mapolres Kuningan pada Kamis, 4 September 2025.
Kasat Resnarkoba Polres Kuningan, AKP Jojo Sutarjo, menjelaskan bahwa para tersangka memiliki inisial dan alamat yang beragam. “Ada pun nama-nama identitas yang tertangkap oleh kami,” ujarnya.
- Respons Cepat Bencana Maleber, Tim Gabungan BPBD, TNI-Polri, dan PLN Evakuasi Warga serta Buka Akses Jalan
- Terjang 5 Desa di Maleber, Angin Puting Beliung Rusakkan 80 Rumah Warga Kuningan
- Musim Hujan Tiba, Sejumlah Wilayah Kuningan Dihantui Bencana Pohon Tumbang dan Banjir
- Jaga Tradisi Kawin Cai di Babakanmulya, Sri Laelasari Tekankan Pentingnya Merawat Mata Air demi Masa Depan
- Upacara Adat Kawin Cai Balong Dalem Masuk Kalender Wisata, Ini Kata Plt Kadisporapar Kuningan
Di antara mereka adalah tersangka H dan A dari Kecamatan Cigandamekar, tersangka M dari Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, dan tersangka S dari Desa Kertaungaran, Kecamatan Sindangagung.
AKP Jojo juga menyebutkan nama-nama lain, termasuk tersangka N dari Mertapada, Cirebon, tersangka AM dari Cigintung, Kuningan, serta tersangka A dan S dari Kecamatan Ciniru. “Kemudian tersangka J ini di Desa Ancaran,” tambahnya.
Secara spesifik, ia menyebut ada dua tersangka berinisial I yang berasal dari Bireun, Provinsi Aceh. Barang bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka meliputi narkotika jenis sabu sebanyak 3,53 gram, psikotropika 74 butir, dan 2.153 butir obat keras bebas terbatas dari berbagai merek.
Para pelaku menggunakan modus operandi yang bervariasi, mulai dari sistem tempel hingga bertemu langsung dengan pembeli.
Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan hukuman yang berbeda, dengan ancaman pidana minimal 4 tahun untuk narkotika jenis sabu, maksimal 5 tahun untuk psikotropika, dan maksimal 12 tahun untuk obat keras terbatas.
“Kami berkomitmen terus untuk mencari dan memburu para pelaku yang mengedarkan atau menjual atau memiliki, menyimpan, kita babat habis,” tegas AKP Jojo. (Nars)
