KUNINGAN – Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan saat ini tengah memasuki fase pendaftaran. Hingga mendekati batas akhir pendaftaran, jumlah peserta yang berminat untuk menduduki posisi strategis tersebut terpantau masih minim.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel), menyebutkan pendaftaran untuk Calon Pimpinan BAZNAS Kuningan ini masih akan dibuka sekitar tiga hari lagi.
- Perburuan Gelar ISL Makin Panas: Tekuk Bali United 3-2, Borneo FC Samai Poin Persib Bandung
- Gol Indah Mario Peralta Samakan Kedudukan 1-1, Laga Sengit Bali United vs Borneo FC Masih Berlangsung
- Selasa Besok PLN ULP Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Kuningan Timur, Ini Lokasinya
- Meriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cirebon, Kuningan Usung Eksotisme Tradisi Kawin Cai
- Kuasai Segiri, Persib Bandung Bungkam Persija 2-1 dan Kokoh di Puncak Klasemen
“Sampai kemarin (Senin – 26/1, data terakhir) pendaftar baru empat orang. Sekarang mungkin ada penambahan, tapi jumlahnya masih di kisaran 10 orang,” ujar Emup saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026).
Dirinya menduga minimnya pendaftar ini bukan karena kurangnya peminat, melainkan kebiasaan masyarakat yang sering mendaftar di waktu-waktu terakhir (last minute). Ia menuturkan, batas waktu pendaftaran masih dibuka hingga tanggal 30 atau 31 Januari 2026 dan bisa dilakukan hingga pukul 24.00 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Emup menegaskan komitmen Pansel untuk menjaga netralitas dan objektivitas selama proses seleksi berlangsung. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem blind review pada tahap awal seleksi administrasi.
“Misalnya, nanti yang menilai tidak dikasih tahu namanya, tapi hanya dikasih nomor peserta. Mereka (penguji) tidak akan tahu nomor peserta 2 itu siapa,” jelas Emup.
Langkah ini diambil untuk menghindari konflik kepentingan, mengingat proses seleksi pimpinan BAZNAS sangat sensitif dan menjadi sorotan publik. Emup juga menambahkan, dirinya secara pribadi memiliki prinsip untuk mempertanggungjawabkan tugasnya tidak hanya kepada negara, tetapi juga kepada Tuhan.
”Independensi harga mati. Saya harus mempertanggungjawabkan tugas saya itu tidak saja ke negara, tapi juga ke Gusti Allah,” tegasnya.
Terkait adanya isu titipan atau intervensi politik, Emup memastikan bahwa Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, telah memberikan instruksi tegas agar Pansel bekerja sesuai aturan main yang berlaku.
“Pak Bupati sudah minta saya untuk proses sesuai dengan ketentuan. Jaga netralitas, jaga integritas. Itu komitmen saya yang saya pegang,” kata Emup.
Seleksi ini nantinya akan melalui tiga tahapan utama, yakni : Seleksi administrasi dan tes kemampuan dasar melalui CAT, Pembuatan karya tulis dan Wawancara.
Pansel berharap proses ini dapat melahirkan pimpinan BAZNAS yang tidak hanya kompeten secara syariah dan regulasi, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan integritas tinggi. (Nars)

















