KUNINGAN – Menjelang momen hari besar keagamaan, kekhawatiran warga terkait kelangkaan dan lonjakan harga kebutuhan pokok sering kali menjadi isu hangat.
Namun, warga Kabupaten Kuningan kini bisa bernapas lega. Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok (bapok), kelancaran distribusi, hingga pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG dalam kondisi aman terkendali.
- Resmi Naik! Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Meroket per 10 Juni 2026
- Polemik Dana Pokir PKS Kuningan: Mantan Dewan Soroti Etika Komunikasi, Fraksi Janjikan Evaluasi
- Dramatis, Petugas Gabungan di Kuningan Berhasil Bujuk Seorang Ibu yang Ingin Akhiri Hidup
- Satlantas Kuningan Tunda Jadwal Patuh Lodaya 2026, Polisi: Tertib Berlalu Lintas Jangan Tunggu Ada Operasi
- Soroti Anggaran Cetak BPKAD Rp 2,8 Miliar, Ketua LSM Frontal Sebut Kebijakan Bupati Kuningan Menghina Akal Sehat
Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, mengungkapkan pihaknya telah memetakan tiga fokus utama untuk memastikan stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.
“Pertama, kita yakinkan bahwa pasokan aman untuk bahan kebutuhan pokok. Kedua, kita pastikan kelancaran jalur distribusinya, misalnya dari pusat-pusat agen di Cirebon ke wilayah kita. Dan yang ketiga yang tidak kalah penting adalah ketersediaan bahan bakar, baik itu BBM maupun gas LPG. Alhamdulillah, sampai saat ini semuanya dipastikan aman,” tegas Toni Kusumanto saat diwawancarai, Jumat (6/3/2026).
Terkait ketersediaan BBM yang kerap dikhawatirkan warga, Toni merujuk pada pernyataan kementerian terkait yang menyebutkan bahwa ketahanan stok BBM nasional masih aman hingga 26 hari ke depan. Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan berbagai pihak, Kabupaten Kuningan tidak mengalami kendala pasokan atau kelangkaan di lapangan.
Selain menjamin ketersediaan barang, Diskopdagperin Kuningan juga tak tinggal diam menyikapi potensi gejolak harga di pasaran. Sebagai bentuk intervensi dan pengendalian harga, program Gerakan Pangan Murah (GPM) saat ini sudah mulai berjalan.
Tak berhenti di situ, Toni membawa kabar baik lainnya berupa rencana gelaran Operasi Pasar (OP) yang akan disebar secara masif dalam waktu dekat.”Untuk pengendalian harga, GPM sudah berjalan. Nanti rencananya kita juga akan menggelar Operasi Pasar. Jadwalnya perkiraan di tanggal 10 atau 11 bulan ini,” bebernya.
Guna memastikan pemerataan dan jangkauan daya beli masyarakat, Operasi Pasar ini tidak hanya dipusatkan di kawasan perkotaan. Diskopdagperin telah membidik 10 titik strategis yang tersebar di berbagai kecamatan.
“Operasi pasar akan kita sebar di 10 titik yang ada pasarnya. Jadi merata, titiknya meliputi kawasan Ciwaru, Ciawigebang, Darma, hingga Subang. Yang paling penting bagi kami saat ini adalah pasokan aman untuk masyarakat,” tandas Toni. (Nars)














