KUNINGAN – Menyambut lonjakan arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan telah mematangkan berbagai skenario pengamanan dan pelayanan jalur. Fokus utama tidak hanya pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga memastikan kelayakan armada angkutan umum hingga optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) agar pemudik tiba dengan aman dan nyaman.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, H.M. Nurdijanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah “jemput bola” sejak awal pekan ini. Langkah preventif pertama yang digenjot adalah inspeksi keselamatan kendaraan atau ramp check secara menyeluruh pada armada bus dan angkutan travel antar kota.
- Bupati Kuningan Tanggapi Masukan LKPJ, Isu TGR Hingga “Pertemuan Pendopo”
- Meski Tampil Dominan di GBLA, Persib Bandung Ditahan Imbang Arema FC 0-0
- Puluhan Ribu Bobotoh di GBLA Geregetan, Tembok Frigeri Sukses Bikin Persib Buntu! Skor 0 – 0 di Babak Pertama
- Serahkan SK DPC Kuningan, DPD PDIP Jabar Tekankan Konsolidasi Melalui Aksi Sosial
- Gunakan Trik Edarkan Sabu dengan Sistem Peta, BHA Harus Mendekam di Dinginnya Jeruji Polisi
“Sejak Senin kemarin, kami bersama tim gabungan dari Polres, BNN, Puskesmas, hingga Jasa Marga telah melaksanakan ramp check secara maraton selama empat hari berturut-turut. Kami langsung mendatangi pul-pul bus seperti PO Rafel, Tunggal Jaya, AK, dan beberapa perwakilan PO lainnya,” jelas Nurdijanto, Jum’at (6/3/2026).
Pengecekan fisik dan administrasi kendaraan ini, lanjut Nurdijanto, merupakan harga mati untuk menjamin keselamatan ribuan nyawa penumpang yang akan pulang ke kampung halaman.
Selain memastikan kelaikan armada angkutan umum, kemacetan horor yang kerap menghantui pemudik juga telah diantisipasi. Dishub Kuningan telah menyusun strategi rekayasa lalu lintas untuk memecah simpul-simpul kepadatan, khususnya di pintu-pintu masuk wilayah Kuningan.
“Skema rekayasa arus lalu lintas sudah kami siapkan dan dikoordinasikan secara matang dengan jajaran Polres Kuningan, khususnya dengan Kasat Lantas dan KBO. Skenario pengalihan arus ini akan diterapkan secara situasional sesuai dengan dinamika volume kendaraan pemudik di lapangan,” tambahnya.
Tidak berhenti pada manajemen lalu lintas, infrastruktur pendukung kelancaran mudik di malam hari turut menjadi perhatian serius. Merespons instruksi langsung dari Bupati Kuningan, Nurdijanto memastikan jalur-jalur vital akan terbebas dari kondisi gelap gulita.
Titik krusial yang menjadi sorotan adalah sepanjang jalur Jalan Lingkar Timur (Jl Kiai Eyang Hasan Maolani) dari Caracas hingga Ancaran.
“Kami akan mengoptimalkan PJU di ruas jalan baru tersebut. Insyaallah, target kami tahun ini tidak ada lagi lampu jalan yang mati sehingga tidak membahayakan pengendara. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar seluruh skenario persiapan ini berjalan lancar dan pemudik bisa berlebaran dengan tenang bersama keluarga,” ungkap Nurdijanto. (Nars)


























