KUNINGAN – Kabupaten Kuningan menjadi salah satu dari empat daerah di Jawa Barat yang terpilih menjalankan Program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat desa dalam mengonsumsi makanan sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menggandeng 25 desa sebagai mitra utama dalam penerapan program ini. Tim Penggerak PKK di tingkat desa akan berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan yang beragam dan bergizi.
- Kibarkan Pataka Matahari Putih Bersinar, Udin Kusnedi Optimis Kembalikan Masa Keemasan PAN Kuningan
- Buka Rakerda PAN Kuningan, Herry Dermawan Minta Kader Bikin Kelompok Tani Guna Kawal Program Ketahanan Pangan
- Menanti Jadwal Musda, Asep Setia Mulyana Pastikan Pemilihan Ketua Golkar Kuningan Ditentukan Akar Rumput
- Sempat Terbengkalai, Pemandian Air Panas Ciangir Bakal Disulap Bernuansa Alami, Bupati Targetkan Realisasi Anggaran Perbaikan di 2027
- Ratusan Warga Antusias Ikuti Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis IDI Kuningan di Wilayah Perbatasan
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya menurunkan angka stunting di wilayah pedesaan.
Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada optimalisasi sumber daya lokal. Dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di desa, masyarakat tidak hanya mendapatkan asupan gizi yang lebih baik tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar daerah.


Sebagai bentuk dukungan, Bank Kuningan turut berkontribusi dengan memfasilitasi aspek keuangan bagi kelompok desa yang terlibat dalam program ini. Kebijakan berupa pembebasan biaya administrasi serta kemudahan dalam pembukaan rekening kelompok diharapkan dapat mempercepat implementasi B2SA di lapangan. (Nars)















