KUNINGAN – Menyikapi dinamika peredaran gelap narkoba yang kian meresahkan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten atau BNNK Kuningan gencar melakukan tes urine dan pengawasan di berbagai lini termasuk di kalangan pejabat pemerintahan.
Apalagi, belakangan muncul rumor penyalahgunaan narkoba yang menjadi obrolan warung kopi di kalangan masyarakat Kuningan yang disebut-sebut merambah ke sejumlah pejabat.
Setelah melakukan Tes Urine kepada puluhan ASN di lingkungan Pemkab Kuningan, BNN Kabupaten Kuningan menyatakan siap untuk mengarahkan radar pengawasannya ke gedung legislatif.
- Eksploitasi Anak dalam Promosi Vape, Komdigi Beri Ultimatum Tiga Hari untuk YouTube
- Transformasi Pertanian Kuningan: Inovasi Traktor AI, Perluasan Lahan 5.671 Hektare, hingga Eksplorasi Komoditas Baru
- Menjelang HUT ke-81 RI, Perhatikan Cara Penulisan Ucapan Kemerdekaan yang Tepat Secara Tata Bahasa
- Manajemen Embun Sangga Langit dan PHRI Kuningan Pastikan Penetapan Pajak dan Service Charge Transparan Sesuai Aturan
- Kibarkan Pataka Matahari Putih Bersinar, Udin Kusnedi Optimis Kembalikan Masa Keemasan PAN Kuningan
Kepala BNNK Kuningan, Agus Mulya, menyambut baik dan menyatakan kesiapannya jika sewaktu waktu diminta melakukan tes urine kepada para anggota dewan. Menurutnya, upaya deteksi dini penyalahgunaan atau lahgun narkoba tidak boleh tebang pilih dan harus menyasar semua elemen penyelenggara negara.
Pernyataan ini disampaikan setelah BNNK merampungkan pemeriksaan urine terhadap 94 pejabat eselon dua dan eselon tiga di lingkup Pemkab Kuningan. Pemeriksaan dadakan yang diinstruksikan langsung oleh Bupati tersebut membuahkan hasil memuaskan, di mana seluruh peserta yang hadir dinyatakan negatif dari paparan zat adiktif.
Meski mencatatkan hasil bersih, absennya sejumlah pejabat dalam agenda tes urine tersebut sempat memunculkan tanda tanya publik. Merespons hal itu, Agus bersikap lugas dengan menegaskan bahwa BNNK hanya memproses mereka yang hadir di lokasi.
“Urusan pejabat yang tak hadir, sepenuhnya dikembalikan kepada kebijakan dan sanksi dari Bupati Kuningan, ” tandas Agus saat dikonfirmasi Selasa (28/4/2026), usai menghadiri acara APDESI Merah Putih Kuningan.
Di sisi lain, Agus juga menepis keraguan sejumlah pihak mengenai potensi manipulasi atau kecurangan saat pengambilan sampel. Ia menggaransi bahwa urine yang diuji dipastikan milik pribadi para pejabat yang bersangkutan.
Seluruh proses di kamar mandi dikawal dan diawasi dengan sangat ketat sesuai standar operasional prosedur.
Ketika disinggung mengenai urgensi tes rambut yang dinilai lebih sulit diakali oleh pengguna narkoba, Agus menjelaskan metode tersebut bisa saja dilakukan jika ada permintaan khusus.
Namun, tes rambut memerlukan mekanisme lanjutan yang lebih kompleks, biaya tambahan, dan sampelnya harus dikirim langsung ke laboratorium BNN pusat.
” Untuk level deteksi dini, BNNK menilai hasil tes urine saat ini sudah sangat akurat,” tegas Agus.
” Kami berharap sinergi dari seluruh pihak. Mulai dari pejabat eksekutif, legislatif, hingga kalangan pelajar dan mahasiswa, dituntut untuk membetengi diri demi mewujudkan Kuningan yang benar benar bersih dari bayang bayang peredaran gelap narkotika, ” tandasnya lagi. (Nars)














