
KUNINGAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan memperketat standar penerimaan warga binaan baru yang sedang menjalani Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling). Sebagai langkah preventif, pihak Lapas menggelar tes urin massal guna memastikan seluruh warga binaan benar-benar bersih dari pengaruh narkoba sebelum mengikuti program pembinaan lanjutan.
- Tuntaskan Karhutla Gunung Ciremai, Operasi Modifikasi Cuaca dengan Penyemaian Awan Digencarkan
- Kapolres Kuningan Pimpin Evaluasi Pemadaman di Medan Terjal Gunung Ciremai
- Gubernur KDM Nyatakan Karhutla Ciremai Diprakirakan Padam, Ini Jenis Helikopter yang Digunakan untuk Water Bombing
- Transformasi Inklusi ke Kesejahteraan Finansial: OJK Kawal Akselerasi Pembiayaan Lewat 552 TPAKD
- Kisah Haru Pemadaman Karhutla Ciremai: Anggota MPA Selamatkan Anakan Surili dari Pohon Hangus
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (26/11) ini melibatkan tim kesehatan Lapas yang dikawal ketat oleh petugas keamanan. Proses pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan teliti, mulai dari verifikasi identitas hingga pengambilan sampel urine sesuai prosedur kesehatan yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan bahwa tes urin ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan fondasi utama dalam sistem pembinaan. Menurutnya, mustahil program pembinaan akan berjalan efektif jika warga binaan masih terindikasi menggunakan zat terlarang.
“Tes urin bagi warga binaan baru ini adalah bentuk deteksi dini. Kami harus memastikan mereka memulai proses pembinaan dalam kondisi ‘nol’ atau bersih dari narkoba. Dengan begitu, pembinaan yang kami berikan bisa tepat sasaran dan efektif,” tegas Sukarno Ali.
Ali menambahkan, langkah ini juga merupakan wujud komitmen Lapas Kuningan dalam memerangi peredaran gelap narkotika di dalam lingkungan penjara (Halinar). Dengan menyaring kondisi fisik warga binaan sejak awal masuk (Mapenaling), potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat diminimalisir.
“Kami ingin menciptakan suasana yang kondusif. Jika sejak awal sudah dipastikan bersih, maka keamanan dan ketertiban di dalam blok hunian akan lebih terjaga,” imbuhnya.
Melalui prosedur ketat ini, Lapas Kuningan berharap dapat mencetak kualitas pembinaan yang lebih baik, di mana warga binaan menjalani masa pidananya dengan kondisi fisik yang sehat dan mental yang siap untuk dibina tanpa kontaminasi narkoba. (Nars)
