KUNINGAN – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 Tingkat Kabupaten Kuningan yang berlangsung meriah di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan pada Ahad (27/7). Acara yang dihadiri oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Kadisdikbud U. Kusmana, dan Kepala Dinas DPPKBP3A Deniawan ini, tidak hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang untuk merefleksikan peran orang dewasa dalam memastikan tumbuh kembang optimal generasi penerus.
Bunda PAUD, Bunda FORAKU, sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ella Helayati, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran orang dewasa bagi anak-anak harus dilandasi cinta, perhatian, dan komitmen, baik secara fisik, mental, maupun emosional.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Ia menekankan bahwa anak-anak adalah aset strategis dan investasi jangka panjang bangsa, sehingga kegagalan dalam pengembangan mereka saat ini akan sulit diperbaiki di kemudian hari.
Hj. Ella Helayati juga menyoroti pentingnya pengembangan anak yang komprehensif, tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga dipadukan dengan pemenuhan hak dasar mereka.
“Hak-hak tersebut meliputi kesehatan, gizi, perlindungan dari kekerasan, serta penguatan nilai moral dan spiritual, demi mewujudkan anak-anak Kuningan yang cerdas intelektual, tangguh mental, sopan, serta kuat dalam nilai kebangsaan dan keimanan.,” papar Hj Ella.
Senada dengan itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengucapkan selamat Hari Anak Nasional dan mengapresiasi kerja sama kompak antara Disdikbud dan DPPKBP3A Kabupaten Kuningan yang telah menyelenggarakan berbagai lomba, seperti dongeng dan poster, sehingga rangkaian kegiatan terasa sangat meriah.
Bupati menjelaskan bahwa pendidikan karakter dan akhlak harus menjadi pertimbangan utama, melengkapi kecerdasan intelektual. Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan orang tua tidak cukup hanya dengan memberikan pakaian bagus atau memasukkan anak ke pendidikan formal.
“Momentum Hari Anak Nasional ini harus menjadi saat untuk menanamkan nilai-nilai agama kepada anak,” kata Dian.


Ia menegaskan bahwa anak adalah investasi masa depan, bukan hanya bagi orang tua atau keluarga, melainkan juga investasi bagi masyarakat Kuningan dan bangsa pada umumnya.Di tengah gempuran teknologi informasi, Bupati mengingatkan para orang tua untuk tidak menjadi contoh buruk dengan terlalu sibuk memegang gawai.
Sebaliknya, ia mengajak untuk memperkenalkan anak-anak pada kearifan budaya lokal dan warisan leluhur yang kaya akan nilai-nilai kebaikan.
Ia mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, guru PAUD, orang tua, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta, untuk bergotong royong membangun ekosistem yang sehat bagi pertumbuhan anak-anak.


Dian menyerukan agar peringatan Hari Anak Nasional ini dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Tujuannya adalah menciptakan Kuningan sebagai kabupaten yang ramah anak, adil terhadap masa depan, dan mencintai generasi penerusnya, dengan menanamkan olah rasa, etika, dan olah raga sejak dini. (Nars)
























