KUNINGAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kuningan memperingati Hari Tani Nasional 2025 dengan menyoroti peran strategis para petani sebagai “pahlawan pangan” di garda terdepan.
Ketua DPC PDIP Kuningan, Nuzul Rachdy, mengungkapkan pentingnya pengakuan terhadap jasa-jasa petani dalam menjaga ketahanan pangan negara.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
“Jika guru kita kenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, kami ingin menempatkan petani pada posisi yang sama. Mereka adalah pahlawan terdepan yang memastikan kita bisa hidup dari hasil kerja mereka,” ujar Zul, sapaannya, saat ditemui pada Senin (28/9/2025).
Nuzul menambahkan bahwa peringatan Hari Tani ini menjadi momentum bagi partainya untuk mendengarkan langsung berbagai keluhan yang dihadapi oleh para petani di Kuningan.
Berdasarkan aspirasi yang diserap, masalah utama yang kerap muncul adalah terkait infrastruktur pengairan, tata niaga pupuk yang belum merata, serta harga panen yang tidak stabil.
Menanggapi permasalahan tersebut, Nuzul menyatakan PDIP akan terus mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk melakukan perbaikan signifikan. Ia berharap, kehadiran Koperasi Merah Putih dapat menjadi solusi optimal dalam mengatasi masalah distribusi pupuk.
“Kami mendorong agar tata niaga pupuk bisa dioptimalkan hingga ke desa-desa. Selain itu, kami juga berupaya mengendalikan harga hasil panen agar petani tidak lagi merugi,” tandas Zul. (Nars)










