KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, membenarkan bahwa agenda Karnaval Budaya dalam rangkaian Hari Jadi Kuningan ke-527 ditunda pelaksanaannya.
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan peserta, serta kondisi di daerah penyangga yang belum sepenuhnya kondusif. ”Benar, Kita tunda dulu,” ujar Bupati Dian, saat dikonfirmasi Selasa (2/9/2025) petang.
- Ancaman Puso Menghantui! Lesehan di Sawah, Kadiskatan Kuningan Ajarkan Trik ‘Sakti’ Basmi Hama Wereng
- Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
Terpisah, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, juga membenarkan penundaan tersebut. Menurutnya, keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak, termasuk saran dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Iya, berdasarkan pertimbangan dan masukan berbagai pihak dan saran Forkopimda, karnaval ditiadakan,” kata Nuzul.
Ia menambahkan, agenda karnaval budaya yang seharusnya digelar pada Minggu (7/9/2025) disarankan untuk tidak dilaksanakan.
Sementara, Pj Sekretaris Daerah Kuningan, Wahyu Hidayah, menyatakan bahwa seluruh agenda peringatan Hari Jadi Kuningan akan dijadwalkan ulang hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
“Iya diundur, semua di-reschedule dan akan kita sampaikan nanti bilamana sudah ditentukan jadwalnya,” ucap Wahyu.
Penundaan ini, merupakan respons terhadap dinamika di masyarakat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, acara rutin tahunan seperti Paripurna DPRD Kuningan juga sempat tidak digelar dengan pertimbangan eskalasi situasi sosial dan politik yang terjadi secara nasional. (Nars)
























