Kuningan

Program Makan Bergizi Kuningan: SPPG Cijoho Fleksibel Lakukan Penyesuaian Distribusi Sesuai Aturan

KUNINGAN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan menunjukkan dinamika menarik saat berbenturan dengan agenda krusial sekolah. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cijoho terpaksa melakukan penyesuaian taktis pada distribusi makanan guna menjaga ketenangan siswa kelas 6 yang tengah menempuh ujian sekolah pada 22-23 April 2026.

Sisi menarik muncul ketika petugas di lapangan harus memilih antara mempertahankan standar operasional atau menyesuaikan diri dengan situasi darurat ujian. Ketua SPPG Cijoho, Rizki, mengungkapkan bahwa koordinasi dengan pihak sekolah menjadi kunci agar distribusi logistik makanan tidak mengganggu konsentrasi siswa yang sedang diuji.

“Kami berupaya menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Fokusnya adalah bagaimana layanan gizi tetap jalan, tapi suasana sekolah tetap kondusif untuk anak-anak yang sedang ujian,” ungkap Rizki, Kamis (23/4/2026).

Penerapan aturan yang dinamis sempat terlihat pada hari pertama ujian, di mana distribusi makanan dialihkan menggunakan wadah kotak mika sebagai solusi praktis di tengah keterbatasan teknis lapangan. Meski sempat berganti kemasan, SPPG menunjukkan sikap responsif terhadap evaluasi.

Pasca menerima arahan dari koordinator wilayah, penggunaan wadah standar berupa tray atau ompreng langsung dikembalikan pada hari kedua.Langkah bongkar pasang kemasan ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut mencerminkan komitmen tim dalam menguji ketahanan regulasi di tengah situasi non-reguler.

Buntut Audiensi Mengecewakan, Permahi Kuningan Ancam Seret Kasus Dana Taspen dan TGR Miliaran Rupiah ke KPK

Rizki menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan tetap menjadi prioritas utama, namun tidak boleh menutup mata terhadap dinamika sekolah.

“Hari berikutnya kami langsung kembali menggunakan tray sesuai ketentuan. Bagi kami, yang terpenting adalah memastikan regulasi tetap tegak tanpa mengorbankan kenyamanan ujian anak-anak,” tegasnya.

Dinamika di SD 17 Kuningan ini menjadi potret bahwa manajemen gizi sekolah di Kuningan tidak hanya soal urusan dapur, melainkan juga soal manajemen logistik yang harus sinkron dengan kalender akademik. SPPG berharap semua pihak melihat penyesuaian ini sebagai bentuk kedewasaan program dalam menghadapi realita di lapangan. (Nars)

Dinas Pendidikan Diterpa Isu Bertubi-tubi, Fraksi PDIP Warning Pejabat Jangan Sampai “Eksploitasi” Guru
× Advertisement
× Advertisement