SUKABUMI – Wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menjadi titik pusat perhatian aktivitas seismik. Gempa Sukabumi ini tercatat terjadi dua kali dalam kurun waktu tiga hari terakhir, dengan kekuatan yang cukup signifikan dan dirasakan oleh masyarakat.
Guncangan terbaru terkonfirmasi terjadi pada Ahad (15/3/2026) dini hari. Berdasarkan data pantauan real-time dari InaTEWS Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bermagnitudo 4,3 mengayun tepat pada pukul 00.36 WIB.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Titik episentrum kali ini terpantau sangat dekat dengan permukiman, yakni hanya berjarak 7 kilometer dari pusat Kabupaten Sukabumi.Merujuk pada parameter kegempaan, pusat getaran berada pada titik koordinat 6,96 Lintang Selatan (LS) dan 106,98 Bujur Timur (BT).
Gempa ini tergolong dangkal karena kedalaman hiposentrumnya hanya berada 10 kilometer di bawah permukaan bumi. Mengingat lokasinya yang dangkal dan dekat dari daratan, getaran diprediksi kuat dirasakan oleh warga sekitar.
Peristiwa dini hari ini menambah daftar rentetan guncangan di Sukabumi. Belum genap tiga hari sebelumnya, tepatnya pada Jumat (13/3/2026) lalu, gempa dengan skala yang lebih besar juga melanda kawasan tersebut.
Gempa bermagnitudo 5,4 saat itu terjadi pada pukul 02.18 WIB.Berbeda dengan gempa M 4,3 dini hari tadi, guncangan M 5,4 pada Jumat lalu berpusat jauh di lepas pantai, yakni sekitar 115 kilometer arah Barat Daya Sukabumi. Kedalamannya mencapai 43 kilometer.
Pihak BMKG saat itu juga telah memastikan bahwa gempa tersebut tidak memicu potensi tsunami.
Dua kali guncangan beruntun dalam waktu singkat ini membuat warga Jawa Barat, khususnya di wilayah Sukabumi dan sekitarnya, untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
Namun, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat diimbau agar selalu merujuk pada informasi resmi dari kanal BMKG dan tidak mudah terpancing oleh isu hoaks yang kerap beredar pascagempa. (Nars)


























