KHAZANAH – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah telah tiba. Umat Islam kini mulai menjalankan ibadah puasa hari pertama dengan penuh sukacita. Selain menahan lapar dan dahaga, kaum Muslimin dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah dan memanjatkan doa agar ibadah yang dijalankan diterima oleh Allah SWT.
- Resmi Naik! Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Meroket per 10 Juni 2026
- Polemik Dana Pokir PKS Kuningan: Mantan Dewan Soroti Etika Komunikasi, Fraksi Janjikan Evaluasi
- Dramatis, Petugas Gabungan di Kuningan Berhasil Bujuk Seorang Ibu yang Ingin Akhiri Hidup
- Satlantas Kuningan Tunda Jadwal Patuh Lodaya 2026, Polisi: Tertib Berlalu Lintas Jangan Tunggu Ada Operasi
- Soroti Anggaran Cetak BPKAD Rp 2,8 Miliar, Ketua LSM Frontal Sebut Kebijakan Bupati Kuningan Menghina Akal Sehat
Pada hari pertama ini, terdapat doa khusus yang masyhur dipanjatkan untuk memohon kekuatan dan kualitas ibadah. Doa ini mengandung makna mendalam, yakni harapan agar puasa yang dijalankan tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar mencerminkan puasanya orang-orang saleh yang bersungguh-sungguh.
Berikut adalah lafaz doa hari ke-1 Ramadan lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِي فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِينَ، وَقِيَامِي فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِينَ، وَنَبِّهْنِي فِيهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِينَ، وَهَبْ لِي جُرْمِي فِيهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِينَ، وَاعْفُ عَنِّي يَا عَافِياً عَنْ الْمُجْرِمِينَTulisan
Latin:
Allâhummaj’al shiyâmî fihi shiyâmash shâimîn, wa qiyâmî fihi qiyâmal qâimîn, wa nabbihnî fihi ‘an nawmatil ghâfilîn, wa hablî jurmi fihi yâ llâhal ‘alamîn, wa’fu ‘annî yâ ‘âfiyan ‘anil mujrimin.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah puasaku di dalamnya sebagaimana puasa orang-orang yang berpuasa, dan sholatku di dalamnya sebagaimana shalat orang-orang yang shalat, serta bangunkanlah aku dari tidur lalai, dan karuniakanlah ampunan-Mu di dalamnya, wahai Tuhan semesta alam. Dan ampunilah aku, wahai Yang Maha Pemaaf, dari dosa-dosa orang-orang yang berdosa.”
Dalam untaian doa tersebut, terkandung tiga permohonan utama. Pertama, memohon agar kualitas puasa dan salat (qiyam) ditingkatkan setara dengan ibadahnya orang-orang yang khusyuk, bukan sekadar menahan lapar tanpa pahala.Kedua, terdapat permohonan perlindungan dari sifat lalai (ghafilin).
Hal ini menjadi pengingat agar momentum Ramadan tidak terlewatkan dengan kegiatan yang sia-sia atau “tertidur” dari mengingat Allah.Ketiga, doa ini ditutup dengan munajat memohon ampunan dari segala dosa kepada Allah, Tuhan semesta alam yang Maha Pemaaf.
Dengan mengamalkan doa ini, diharapkan umat Islam dapat mengawali bulan Ramadan dengan start terbaik, penuh kesadaran spiritual, dan optimisme meraih derajat takwa. (Nars/dari berbagai sumber)



















