

KUNINGAN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak bisa lagi dipandang sebelah mata menjelang musim kemarau. Mengantisipasi bencana yang kerap menghanguskan kekayaan ekosistem daerah tersebut, puluhan petugas lapangan KPH Kuningan mendadak diterjunkan ke Wana Wisata Pakembangan untuk digembleng menjadi benteng ekologi terdepan pemburu api pada Kamis (23/4/2026).
- Kuningan Simpan Segudang Bakat Sepak Bola Putri, Akademi Persib dan Askab PSSI Kuatkan Sinergi Pembinaan
- Semarakkan Malam Kemerdekaan, Sekretariat DPRD Kuningan Antusias Ikuti Pawai Taptu
- Babinsa Luragung dan Warga Cileuya Kompak Sulap Jalan Gang Lebih Asri
- Video Jedag Jedug Anies Baswedan Viral, Netizen Malah Desak Jadi Presiden
- Target Padam Jelang Kemerdekaan, Kapan Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Berakhir?
Pelatihan taktis ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan, Andri Arga Kusumah bersama tim yang terdiri dari staf dan anggota regu pemukul. Sebanyak 55 rimbawan dari Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kuningan digembleng menguasai teknik penjinakan si jago merah.


Bukan sekadar duduk manis mencatat teori di ruangan, para penjaga hutan ini langsung dilibatkan dalam simulasi basah pemadaman api di bentang alam RPH Pakembangan, Kecamatan Garawangi.
Langkah pemberian keterampilan petugas lapangan menjadi benteng ekologi ini merupakan respons taktis yang sangat penting. Kebakaran hutan bukan sekadar perkara hangusnya tegakan pohon, melainkan ancaman langsung yang berpotensi merusak habitat satwa liar serta melumpuhkan zona resapan air yang selama ini menopang ketahanan ekologis Kabupaten Kuningan.
Jika kawasan hijau ini sampai rata menjadi abu, keseimbangan alam dipastikan akan terguncang hebat.
” Kegiatan ini mengacu pada instruksi tegas melalui Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 4 Tahun 2022 serta Surat Edaran Bupati tentang penanggulangan bahaya kebakaran, kolaborasi antara Damkar dan KPH ini kita gelar secara presisi tanpa hambatan berarti hingga siang hari,” terang Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, Andri Arga Kusumah.
Melalui tempaan simulasi lapangan tersebut, para rimbawan kini mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Mereka tidak lagi sekadar berpatroli menjaga kawasan, tetapi telah bertransformasi menjadi benteng ekologi yang siap menjadi pasukan tempur lapis pertama untuk memutus rantai api sebelum berubah menjadi bencana lingkungan yang tak terkendali. (Nars)



