KUNINGAN – Menyambut gelombang arus mudik Lebaran tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tengah bekerja ekstra keras. Ratusan titik jalan berlubang akibat tingginya curah hujan kini mulai dikebut perbaikannya demi memastikan keselamatan dan kenyamanan para perantau yang akan pulang ke kampung halaman.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, menegaskan bahwa pemeliharaan jalan jelang Idul Fitri ini merupakan program prioritas yang momentumnya sangat tepat. Pihaknya tidak ingin masyarakat dan pemudik terhambat oleh kondisi jalan yang rusak atau rawan kecelakaan.
- Bupati Kuningan Tanggapi Masukan LKPJ, Isu TGR Hingga “Pertemuan Pendopo”
- Meski Tampil Dominan di GBLA, Persib Bandung Ditahan Imbang Arema FC 0-0
- Puluhan Ribu Bobotoh di GBLA Geregetan, Tembok Frigeri Sukses Bikin Persib Buntu! Skor 0 – 0 di Babak Pertama
- Serahkan SK DPC Kuningan, DPD PDIP Jabar Tekankan Konsolidasi Melalui Aksi Sosial
- Gunakan Trik Edarkan Sabu dengan Sistem Peta, BHA Harus Mendekam di Dinginnya Jeruji Polisi
“Sebenarnya program pemeliharaan rutin ini sudah berjalan dari tahun ke tahun. Namun, kebetulan saat ini bertepatan dengan momen mudik Lebaran. Jadi sangat pas, pemudik dari luar daerah yang masuk ke Kuningan akan mendapati kondisi kemantapan jalan yang bagus, walaupun sifatnya masih penanganan tambal sulam,” ujar Putu Bagiasna saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Untuk merealisasikan jalan mulus tersebut, Putu mengungkapkan bahwa Dinas PUTR telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 6 miliar dari APBD. Dana tersebut difokuskan untuk menangani sekitar 100 hingga 120 ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.
Demi percepatan pengerjaan, Dinas PUTR telah menerjunkan lima tim inti (core team) yang dibagi ke empat zona, yakni wilayah utara, tengah, timur, dan selatan Kuningan. “Masing-masing tim memegang beban tanggung jawab untuk memelihara sekitar 15 sampai 20 ruas jalan. Skemanya, anggaran kita bagi dua tahap. Triwulan pertama dan kedua ini kita kejar tayang sebelum Lebaran, sisanya dilanjut setelah Lebaran,” paparnya.
Selain mengandalkan APBD Kabupaten, infrastruktur jalan di Kuningan jelang Lebaran ini juga mendapat angin segar dari pihak luar. Putu membeberkan adanya kucuran dana hibah fantastis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai hampir Rp 22 miliar.
“Alhamdulillah, kita terima manfaat yang cukup besar dari Pak Gubernur. Dana hampir Rp 22 miliar ini dihibahkan untuk perbaikan jalan kabupaten ruas Winduhaji menuju Lebakwangi sepanjang kurang lebih 13 hingga 15 kilometer. Bulan depan proses lelangnya sudah dimulai,” jelas Putu.
Tak berhenti di situ, ruas jalan di wilayah Padabeunghar juga mendapat perhatian khusus pasca-kunjungan tokoh Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM). Sempat mengkritik keras jalanan yang rusak, KDM justru merealisasikan bantuan senilai Rp 6 miliar untuk menyambung hotmix sepanjang 3 kilometer dari arah Cipujangga.
“Kemarin Beliau sempat meninjau jalan di Padabeunghar, eh ternyata malah dikasih bantuan Rp 6 miliar. Jadi jalan dari arah Cipujangga yang hotmix-nya sempat putus dan jelek, kini bisa dilanjutkan sampai ke Desa Padabeunghar,” pungkas Putu sambil tersenyum.
Dengan kombinasi penanganan rutin dan suntikan dana hibah tersebut, Dinas PUTR Kuningan optimistis wajah infrastruktur jalan di Kota Kuda ini akan jauh lebih siap menyambut padatnya volume kendaraan pada musim mudik Lebaran 2026. (Nars)


























