KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Bagian Tata Pemerintahan resmi menetapkan nama baru untuk Jalan Lingkar Timur Kuningan. Ruas jalan sepanjang 13 kilometer yang membentang dari Tugu Ikan Desa Sampora, Kecamatan Cilimus hingga Tugu Sajati Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan itu kini resmi bernama Jalan Eyang Kyai Hasan Maulani (EKHM).
Penetapan nama jalan ini rencananya akan diumumkan dalam kegiatan Penyelenggaraan Nama Rupabumi Unsur Buatan yang digelar di Tugu Ikan, Desa Sampora, Rabu (30/4/2025). Kegiatan ini juga menetapkan penamaan pada 226 titik rupabumi lainnya di wilayah Kabupaten Kuningan.
- 21 Daerah Jabar Raih WTP, Pengumuman LHP BPK Kuningan Ditunda, Kenapa?
- Resmi Naik! Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Meroket per 10 Juni 2026
- Polemik Dana Pokir PKS Kuningan: Mantan Dewan Soroti Etika Komunikasi, Fraksi Janjikan Evaluasi
- Dramatis, Petugas Gabungan di Kuningan Berhasil Bujuk Seorang Ibu yang Ingin Akhiri Hidup
- Satlantas Kuningan Tunda Jadwal Patuh Lodaya 2026, Polisi: Tertib Berlalu Lintas Jangan Tunggu Ada Operasi
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kuningan, Toni Kusumanto, mengatakan penamaan Jalan EKHM tidak hanya bertujuan memperjelas identitas wilayah, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh lokal yang memiliki jasa besar dalam sejarah perjuangan bangsa.
“Eyang Kyai Hasan Maulani merupakan sosok pahlawan lokal yang kiprahnya sangat besar dalam melawan penjajahan Belanda. Bahkan beliau pernah ditangkap dan diasingkan ke Manado karena pengaruhnya yang luas dan dukungan masyarakat yang luar biasa kala itu,” ujar Toni saat dikonfirmasi wartawan Kuningan Religi.
Ia menjelaskan, sebelumnya nama Eyang Kyai Hasan Maulani pernah dicantumkan di ruas jalan kecil yang menghubungkan Desa Ancaran ke Karangtawang. Namun, berdasarkan usulan dari dzuriyah (keturunan) Eyang Hasan Maulani dan berbagai pertimbangan, nama tersebut kini dialihkan dan ditetapkan secara resmi untuk ruas Jalan Lingkar Timur Kuningan yang lebih representatif.
“Nama beliau tidak cukup hanya untuk jalan kecil. Penetapan ini sebagai penghormatan dan bentuk pengakuan atas jasa-jasa beliau. Beliau juga dikenal di luar negeri, bahkan tercatat di Museum Belanda sebagai ‘Guru Jawa’,” tambahnya.


Lebih jauh, Toni mengungkapkan bahwa penamaan jalan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengusulan Eyang Kyai Hasan Maulani sebagai Pahlawan Nasional dari Kabupaten Kuningan.
“Ini langkah awal. Dengan nama beliau diabadikan pada jalan strategis di Kabupaten Kuningan, diharapkan bisa memperkuat argumentasi dan dokumentasi kita untuk pengusulan ke pemerintah pusat,” kata Toni.
Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap, melalui penamaan ini, semangat perjuangan Eyang Kyai Hasan Maulani dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga nilai-nilai patriotisme dan kecintaan terhadap tanah air. (Nars)














