KUNINGAN – Di tengah keterbatasan anggaran dan tanpa digaji oleh pemerintah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Wilayah Cirebon terus menunjukkan dedikasinya dalam melindungi dan mendidik anak-anak, khususnya di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan dan Kota Cirebon).
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua KPAID Wilayah Cirebon, Hj Fifi Sopiah saat dikonfirmasi Kuningan Religi usai memberikan pembekalan pendidikan karakter dan budi pekerti kepada pelajar dalam pelatihan Bela Negara di Barak Militer, Aula BKPSDM Kabupaten Kuningan, Rabu (28/5/2025).
- Jurus PNM Cirebon Bikin Ratusan Emak-Emak UMKM Naik Kelas dan Kebal Pinjol Ilegal
- Wakil Bupati Kuningan Dorong Sinergi Pembangunan dan Sukseskan PTSL dalam Konsolidasi APDESI Merah Putih
- Reshuffle Kabinet Prabowo, Wajah Baru dan Yang Kembali
- Punya Sertifikat! Tembakau Kuningan Naik Kelas, Tak Bisa Lagi Diklaim Daerah Lain
- Batal Kepung Gedung Setda, HMI Kuningan Pilih Tunggu Kepulangan Bupati dari Jakarta
Fifi yang akrab disapa Bunda Fifi menuturkan bahwa meskipun tidak mendapatkan gaji maupun anggaran operasional dari pemerintah, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan tugas perlindungan anak secara maksimal.
Bahkan, KPAID Cirebon memiliki sebuah fasilitas khusus bernama Rumah Aman KPAID yang menjadi tempat pembinaan bagi anak-anak yang sedang berhadapan dengan hukum atau menjadi korban kekerasan.
“Rumah Aman ini kami kelola secara mandiri. Biaya operasional, makan, kebutuhan harian, sampai pendampingan psikologis anak-anak kami tanggung sendiri. Tidak ada bantuan pemerintah, dan kami juga tidak memungut biaya dari siapapun,” ujar Bunda Fifi.
Rumah Aman KPAID Cirebon saat ini membina 12 anak yang berasal dari berbagai kasus. Fasilitasnya terbilang lengkap dan layak. Ada sembilan kamar ber-AC, perlengkapan tidur, makanan bergizi, hingga layanan konseling bagi kebutuhan emosional anak-anak.
Menurut Fifi, keberadaan Rumah Aman ini tak pernah kosong karena anak-anak datang silih berganti. Mereka ditangani dengan pendekatan kekeluargaan dan pembinaan karakter agar dapat kembali ke lingkungan masyarakat dengan kondisi yang lebih baik.
“Ini adalah panggilan hati. Saya mencintai pekerjaan ini dan merasa bertanggung jawab terhadap kebutuhan dan masa depan anak-anak yang kami rawat. Mereka punya hak untuk dilindungi dan disayangi,” katanya haru.
Bunda Fifi menekankan pentingnya pendidikan karakter dan nilai-nilai budi pekerti sejak dini. Menurutnya, penanaman nilai moral dalam keluarga dan lingkungan sangat penting untuk mencegah anak terjerumus pada hal-hal negatif.
Ia berharap, kehadiran KPAID bisa menjadi sahabat sekaligus pengawal tumbuh kembang anak di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Di sisi lain, ia pun mengajak masyarakat dan pemerintah untuk lebih peduli terhadap perlindungan anak, baik melalui dukungan kebijakan maupun tindakan nyata di lapangan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, dan kami akan terus berjuang walau dengan segala keterbatasan,” pungkasnya. (NARS)
perlindungan anak, kpaid cirebon, rumah aman anak, bunda fifi, pendidikan karakter anak, rumah aman kpaid, anak berhadapan dengan hukum, anak korban kekerasan, kpaid wilayah cirebon, barak militer, Dedi Mulyadi,



























