Kuningan Pemerintahan Pendidikan

Peringatan Hari Anak Nasional ke-41 di Kuningan: Seruan Refleksi dan Komitmen Masa Depan

‎‎KUNINGAN – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 Tingkat Kabupaten Kuningan yang berlangsung meriah di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan pada Ahad (27/7). Acara yang dihadiri oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Kadisdikbud U. Kusmana, dan Kepala Dinas DPPKBP3A Deniawan ini, tidak hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang untuk merefleksikan peran orang dewasa dalam memastikan tumbuh kembang optimal generasi penerus.‎‎

Bunda PAUD, Bunda FORAKU, sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ella Helayati, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran orang dewasa bagi anak-anak harus dilandasi cinta, perhatian, dan komitmen, baik secara fisik, mental, maupun emosional.

Ia menekankan bahwa anak-anak adalah aset strategis dan investasi jangka panjang bangsa, sehingga kegagalan dalam pengembangan mereka saat ini akan sulit diperbaiki di kemudian hari.‎‎

Hj. Ella Helayati juga menyoroti pentingnya pengembangan anak yang komprehensif, tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga dipadukan dengan pemenuhan hak dasar mereka.

“Hak-hak tersebut meliputi kesehatan, gizi, perlindungan dari kekerasan, serta penguatan nilai moral dan spiritual, demi mewujudkan anak-anak Kuningan yang cerdas intelektual, tangguh mental, sopan, serta kuat dalam nilai kebangsaan dan keimanan.‎,” papar Hj Ella.

Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga

Senada dengan itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengucapkan selamat Hari Anak Nasional dan mengapresiasi kerja sama kompak antara Disdikbud dan DPPKBP3A Kabupaten Kuningan yang telah menyelenggarakan berbagai lomba, seperti dongeng dan poster, sehingga rangkaian kegiatan terasa sangat meriah.

Bupati menjelaskan bahwa pendidikan karakter dan akhlak harus menjadi pertimbangan utama, melengkapi kecerdasan intelektual.‎‎ Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan orang tua tidak cukup hanya dengan memberikan pakaian bagus atau memasukkan anak ke pendidikan formal.

“Momentum Hari Anak Nasional ini harus menjadi saat untuk menanamkan nilai-nilai agama kepada anak,” kata Dian.

Ia menegaskan bahwa anak adalah investasi masa depan, bukan hanya bagi orang tua atau keluarga, melainkan juga investasi bagi masyarakat Kuningan dan bangsa pada umumnya.‎‎Di tengah gempuran teknologi informasi, Bupati mengingatkan para orang tua untuk tidak menjadi contoh buruk dengan terlalu sibuk memegang gawai.

Sebaliknya, ia mengajak untuk memperkenalkan anak-anak pada kearifan budaya lokal dan warisan leluhur yang kaya akan nilai-nilai kebaikan.

Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga

Ia mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, guru PAUD, orang tua, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta, untuk bergotong royong membangun ekosistem yang sehat bagi pertumbuhan anak-anak.‎‎

Dian menyerukan agar peringatan Hari Anak Nasional ini dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Tujuannya adalah menciptakan Kuningan sebagai kabupaten yang ramah anak, adil terhadap masa depan, dan mencintai generasi penerusnya, dengan menanamkan olah rasa, etika, dan olah raga sejak dini. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement