KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan mendukung pengolahan limbah kotoran sapi (kohe) menjadi pupuk organik melalui operasional pabrik di Desa Cihideunghilir, Kecamatan Cidahu. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, meninjau langsung lokasi pabrik pada Sabtu (14/6/2025), bersama sejumlah pejabat dinas terkait.

Pabrik yang dikelola PT Berkah Lumintu Sejati ini ditunjuk Pupuk Indonesia Group untuk memproduksi pupuk organik bersubsidi jenis Petroganik. Bahan baku berasal dari kohe sapi milik peternak lokal.
- Drama VAR GBT! Diimbangi Persebaya 2-2, Persib Tetap Kuasai Puncak Klasemen BRI Super League
- Panaskan Duel Persib vs Persebaya, Viking Kuningan Tebar 500 Takjil Jelang Nobar
- Prediksi Big Match Persebaya vs Persib: Ambisi Maung Bandung Jaga Puncak Klasemen
- Dinilai Dapat Tunjangan Ilegal, 50 Anggota DPRD Kuningan Terancam PAW Massal!
- Pasca Kontroversi Soal Ajakan “Tinggalkan Zakat” , Menag Nasruddin Minta Maaf
“Ini menjadi solusi konkrit untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak. Kami berharap upaya ini juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan peternak.” ungkap Bupati Dian.
Direktur PT Berkah Lumintu Sejati, Ari Bowo Sumarno, menyebut bahwa potensi limbah ternak di Kuningan sangat besar, namun belum dimanfaatkan maksimal.
Menurutnya, pengolahan ini dapat menjawab kebutuhan pupuk organik berkualitas dengan pasokan yang lebih stabil.Pemkab Kuningan juga tengah menyiapkan fasilitas serupa di Kecamatan Cigugur yang akan segera diluncurkan. Ke depannya, program ini diharapkan menjadi model pemanfaatan limbah berkelanjutan yang bisa diterapkan di wilayah lain. (NARS)






