KUNINGAN – Sebuah rumah permanen di Dusun Banjarwangi, Desa Tajurbuntu, Kecamatan Pancalang, ambruk pada Senin (3/11/2025) petang. Insiden ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, mengakibatkan atap rumah yang sudah lapuk tidak mampu lagi bertahan.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (4/11/2025).
Ia menjelaskan, musibah terjadi sekira pukul 17.15 WIB.
“Laporan kami terima tadi malam pukul 18.12 WIB. Peristiwa dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak pukul 15.00 WIB, ditambah kondisi atap rumah yang sudah lapuk,” ujar Indra Bayu.
Indra merinci, rumah yang ambruk adalah milik Nanin Ningrumsari, 56 tahun, yang tinggal seorang diri. Bagian atap depan rumah, tepat di atas kamar tidur, ambruk dengan ukuran 3×3 meter. Material atap yang runtuh kemudian menimpa plafon kamar tidur hingga jebol seluas 3×4 meter.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pemilik rumah, Ibu Nanin, selamat,” tegas Indra.
BPBD, lanjut Indra, telah menurunkan Tim Assessment ke lokasi kejadian di Desa Tajurbuntu dan memberikan bantuan logistik darurat. Akibat kejadian ini, korban tidak dapat lagi menempati rumahnya.
”Untuk sementara, Ibu Nanin Ningrumsari tinggal di rumah saudaranya yang beralamat di lokasi yang sama,” jelasnya.
Indra menambahkan, proses pembersihan material reruntuhan telah dilaksanakan oleh pemilik rumah dibantu aparat desa dan masyarakat setempat mulai Selasa pagi.
“Kami bersama aparat desa juga terus mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat hujan lebat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap IBE, sapaannya. (Nars)
























