

KUNINGAN – Sebuah rumah permanen di Dusun Banjarwangi, Desa Tajurbuntu, Kecamatan Pancalang, ambruk pada Senin (3/11/2025) petang. Insiden ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, mengakibatkan atap rumah yang sudah lapuk tidak mampu lagi bertahan.
- Bahas RAPBD 2027, Fraksi Amanat Restorasi Dorong Roadmap Fiskal dan Transparansi Berbasis Dashboard
- Proyek Tugu Bola Dunia Kuningan Tuntas, PUTR Sebut Pembangunan Patung Kuda Tunggu APBD Perubahan
- Kritisi RAPBD 2027, Fraksi PDIP Minta Pemkab Kuningan Prioritaskan Alam dan Budaya Miyuni Alam
- Gerindra Kuningan Soroti Defisit Infrastruktur Pertanian, Tuntut Keadilan APBD 2027
- Kritik Keras RAPBD 2027, Golkar Kuningan Soroti Belanja Pegawai Tembus Rp 1,3 Triliun, Anggaran Damkar Miris Hanya Rp 39 Juta
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (4/11/2025).
Ia menjelaskan, musibah terjadi sekira pukul 17.15 WIB.
“Laporan kami terima tadi malam pukul 18.12 WIB. Peristiwa dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak pukul 15.00 WIB, ditambah kondisi atap rumah yang sudah lapuk,” ujar Indra Bayu.
Indra merinci, rumah yang ambruk adalah milik Nanin Ningrumsari, 56 tahun, yang tinggal seorang diri. Bagian atap depan rumah, tepat di atas kamar tidur, ambruk dengan ukuran 3×3 meter. Material atap yang runtuh kemudian menimpa plafon kamar tidur hingga jebol seluas 3×4 meter.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pemilik rumah, Ibu Nanin, selamat,” tegas Indra.
BPBD, lanjut Indra, telah menurunkan Tim Assessment ke lokasi kejadian di Desa Tajurbuntu dan memberikan bantuan logistik darurat. Akibat kejadian ini, korban tidak dapat lagi menempati rumahnya.
”Untuk sementara, Ibu Nanin Ningrumsari tinggal di rumah saudaranya yang beralamat di lokasi yang sama,” jelasnya.
Indra menambahkan, proses pembersihan material reruntuhan telah dilaksanakan oleh pemilik rumah dibantu aparat desa dan masyarakat setempat mulai Selasa pagi.
“Kami bersama aparat desa juga terus mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat hujan lebat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap IBE, sapaannya. (Nars)



