LEBONG – Warga di wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik pada Sabtu (7/3/2026) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa gempa terkini tersebut memiliki kekuatan magnitudo 5,7.
Peristiwa lindu yang terjadi menjelang pergantian hari ini dipastikan aman dan tidak memicu gelombang tsunami.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Berdasarkan data pemutakhiran dari BMKG, seperti yang ditulis laman https://www.bmkg.go.id/gempabumi titik episentrum atau pusat gempa terdeteksi berlokasi di wilayah daratan. Titik persisnya berjarak sekitar 64 kilometer ke arah barat dari pusat Kabupaten Lebong.
“Dalam rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada di darat sekitar 64 kilometer Barat Lebong,” demikian bunyi laporan BMKG terkait parameter gempa tersebut.
Meskipun guncangannya cukup kuat mengingat pusatnya berada di darat, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini yang mengonfirmasi bahwa gempa tersebut sama sekali tak berpotensi tsunami. Kepastian ini diharapkan dapat meredam kepanikan warga, terutama mereka yang berada atau berbatasan dengan wilayah pesisir pantai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari otoritas terkait mengenai potensi kerusakan bangunan atau adanya korban jiwa akibat peristiwa seismik di daratan Lebong ini.
Pihak BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan tidak mudah mempercayai informasi palsu (hoaks). Masyarakat diminta untuk selalu merujuk pada kanal-kanal informasi resmi milik BMKG guna memperbarui situasi terkini. (Nars)


























