Advertisement Advertisement
Berita Utama Ekonomi Bisnis Finansial Jawa Barat Kuningan

Jelang Ramadan 2026, Wagub Erwan dan BI Jabar Rilis 6 Jurus Pengendalian Inflasi di Kuningan‎‎

KUNINGAN – Menyadari pentingnya stabilitas ekonomi menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhammad Nur, mengambil langkah cepat.

Keduanya memimpin pertemuan strategis “Pasamoan Agung” di Taman Kota Kuningan, Kamis (5/2/2026), untuk merumuskan tameng ekonomi Jawa Barat.

‎‎Dalam forum High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD se-Jawa Barat tersebut, Wagub Erwan Setiawan menyoroti data statistik terkini sebagai landasan kebijakan.

Meski Januari 2026 Jawa Barat mengalami deflasi bulanan 0,09 persen akibat melimpahnya panen cabai, angka inflasi tahunan (year-on-year) yang masih bertengger di 3,24 persen menjadi sinyal waspada yang tidak boleh diabaikan.

‎‎”Stabilitas harga adalah kunci ketenangan ibadah masyarakat. Kita tidak boleh lengah hanya karena deflasi sesaat,” tegas Erwan Setiawan.‎‎

Setahun Memimpin di Tengah Fiskal Terseok, Duet Dian-Tuti Sukses Bikin Ekonomi Kuningan Melesat Tertinggi se-Pulau Jawa

Guna meredam gejolak harga pasar, Erwan secara khusus menginstruksikan seluruh kepada daerah untuk disiplin menerapkan enam langkah strategis:

‎‎1. Pemantauan Real-Time:‎Mewajibkan penggunaan data harga terkini dari 27 kota/kabupaten untuk mendeteksi anomali pasar sejak dini.

‎2. Sinergi Lintas Sektor:‎

Mempererat kolaborasi antara Pemprov, Pemda, Bulog, dan Satgas Pangan.‎

3. Operasi Pasar Terukur: ‎Menggalakkan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menggelar pasar murah yang berbasis data kebutuhan riil.‎

Tahun Baru Imlek 2026, The Icon dan Embun Sang’ga Langit Hadirkan Atraksi Barongsai dan Diskon Kamar dan Kuliner‎‎ – Jangan Lewatkan!

4. Komunikasi Publik:‎Transparansi informasi harga kepada masyarakat untuk menjaga ekspektasi.

‎5. Mitigasi Cuaca:‎Koordinasi ketat dengan BMKG dan BPBD guna mengamankan jalur logistik dari ancaman cuaca ekstrem.

‎6. Penguatan Cadangan Pangan:‎Memastikan lumbung pangan pemerintah daerah siap didistribusikan kapan saja.

‎‎Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhammad Nur, menekan tombol percepatan pada sektor digitalisasi. Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya soal stok barang, tetapi juga efisiensi transaksi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).‎‎

Muhammad Nur mendorong implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan digitalisasi transaksi pemerintah sebagai solusi jangka panjang.

Musim Hujan, Warga Cikondang “Menabung Air” Lewat Revitalisasi Blok Cirangkong

“Sinergi ini adalah upaya antisipasi siklus tahunan pasca-Nataru menuju Ramadan. Digitalisasi terbukti meningkatkan transparansi dan memperluas akses UMKM dalam rantai pasok kebutuhan pokok,” ujarnya.‎‎

Fokus BI Jabar saat ini tertuju pada pengamanan komoditas Bahan Pokok Penting (Bapokting) seperti beras, bawang putih, dan ikan kembung yang kerap menyumbang andil inflasi tahunan.

Lewat Pasamoan Agung ini, kolaborasi antara Erwan Setiawan dan Muhammad Nur diharapkan mampu menciptakan jaring pengaman ekonomi yang kuat bagi warga Jawa Barat. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement