Insiden Kuningan Sosial

‎Kepala MI PUI Kuningan Menangis: Kami Kehilangan Sosok Cerdas dan Disiplin

‎‎KUNINGAN – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah (MI) PUI Kuningan. Kabar hanyutnya salah satu siswa mereka, M. Althafaridzki, dalam insiden di gorong-gorong Jalan Kemiri, pada Kamis (18/12) sore menjadi pukulan berat bagi pihak sekolah. ‎‎

Menurut pihak sekolah, sosok korban yang dikenal sebagai anak baik dan berprestasi meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi para guru.‎‎

Kepala MI PUI Kuningan, Otong Nuryamin, tak kuasa menahan kesedihannya saat mengetahui anak didiknya menjadi korban dalam musibah tersebut. Di mata Otong, siswa kelas 2B itu adalah figur murid yang cerdas, disiplin, dan sangat aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.‎‎

“Anaknya baik, disiplin, dan cerdas. Selalu ikut kegiatan sekolah dan aktif. Kalau disuruh maju ke depan, beliau selalu siap. Makanya saya sebagai kepala madrasah merasa sangat kehilangan,” ungkap Otong dengan suara bergetar saat ditemui di lokasi, Kamis (18/12/2025).‎‎

Otong mengaku syok dan langsung menangis ketika pertama kali mendengar kabar duka dari paman korban. Baginya, korban bukan sekadar murid biasa, melainkan sosok anak saleh yang juga dikenal rajin berjamaah di masjid oleh tetangga sekitar rumahnya.‎‎

Muncul Rumor Lahgun Narkoba, BNN Kabupaten Kuningan Siap Tes Urine Anggota Dewan

“Saya langsung menangis begitu dengar kabar dari uwaknya. Saya tanya ke tetangga di sini, beliau juga katanya suka jamaah di masjid. Insya Allah anak ini masih bersih, belum punya dosa, mudah-mudahan jadi celengan (amal) buat orang tuanya di akhirat,” tambahnya.‎‎

Peristiwa nahas ini terjadi di saat para siswa sedang menikmati masa libur sekolah pasca ujian akhir semester. Menurut Otong, seharusnya korban dan teman-temannya akan menerima pembagian rapor pada esok hari.

‎‎”Sekarang posisinya lagi libur sekolah. Besok (Jumat) rencananya mau pembagian rapor. Jadi kejadian ini benar-benar di luar dugaan kami,” jelasnya.

‎‎Menyikapi musibah ini, Otong Nuryamin menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Ia juga memberikan imbauan keras kepada para orang tua siswa lainnya agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak, terutama di musim hujan yang rawan bencana.‎‎

“Orang tua harus lebih hati-hati memantau anak, apalagi kalau hujan. Ada gorong-gorong atau saluran air itu bahaya sekali,” ungkapnya. (Nars)

Wakil Bupati Kuningan Dorong Sinergi Pembangunan dan Sukseskan PTSL dalam Konsolidasi APDESI Merah Putih

× Advertisement
× Advertisement