KUNINGAN – Teka-teki mengenai pergeseran kursi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan akhirnya terjawab. Hari ini, Jumat (13/2/2026), gerbong mutasi dan rotasi untuk pejabat Eselon II, III, dan IV dipastikan bergerak.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan dijadwalkan berlangsung tepat pukul 14.00 WIB.
- Perburuan Gelar ISL Makin Panas: Tekuk Bali United 3-2, Borneo FC Samai Poin Persib Bandung
- Gol Indah Mario Peralta Samakan Kedudukan 1-1, Laga Sengit Bali United vs Borneo FC Masih Berlangsung
- Selasa Besok PLN ULP Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Kuningan Timur, Ini Lokasinya
- Meriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cirebon, Kuningan Usung Eksotisme Tradisi Kawin Cai
- Kuasai Segiri, Persib Bandung Bungkam Persija 2-1 dan Kokoh di Puncak Klasemen
Menurut informasi terhimpun, kepastian ini menyusul turunnya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang selama ini dinantikan.
Berdasarkan surat undangan pelaksanaan mutasi yang beredar hari ini, agenda pergeseran pejabat di Kuningan akan digelar di Ballroom Aria Kamuning Perkantoran Setda Kuningan.
Pada surat tersebut, dituliskan akan digelar pengangkatan alih tugas dan pengukuhan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Kuningan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, didampingi Sekretarisnya, Hartanto, mengonfirmasi kesiapan teknis acara tersebut.
Menurutnya, seluruh persiapan administratif telah rampung seiring dengan terbitnya restu dari pusat.”Secara prinsip persiapan sudah matang. Karena Pertek dari BKN sudah turun, pelantikan bisa kita laksanakan sesuai rencana siang ini,” ungkap Beni.
Terpisah, Sekretaris BKPSDM Kuningan, Hartanto, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa perombakan kabinet birokrasi yang dipimpin Dian-Tuti kali ini bukan sekadar rutinitas pemenuhan jabatan kosong. Lebih dari itu, langkah ini merupakan implementasi dari manajemen talenta untuk memastikan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lebih progresif.
“Ini adalah upaya penyegaran birokrasi yang didasarkan pada aspek profesionalitas. Tujuannya memastikan the right man on the right place,” jelas Hartanto.
Hingga berita ini diturunkan, belum didapatkan kepastian siapa yang akan mendapatkan promosi, rotasi dan mutasi jabatan hari ini. (Nars)

















