

BANDUNG BARAT – Upaya pencarian korban bencana tanah longsor di kawasan Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus menunjukkan perkembangan. Memasuki hari kedua operasi SAR gabungan pada Sabtu (24/1/2026), tim di lapangan berhasil mengevakuasi total 25 kantong jenazah dari reruntuhan material longsor.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengonfirmasi data terbaru tersebut dalam keterangan persnya, Ahad (25/1/2026).
- Berjibaku Delapan Jam, MPA Silihwangi dan Tim Gabungan Jinakkan Karhutla di 3 Blok Lereng Ciremai
- Cigugur Ditetapkan Jadi Titik Ketiga Pengamanan Karhutla Gunung Ciremai
- Siaga Karhutla Kuningan Menguat, Tim Gabungan Bentuk Barikade di Titik Rawan
- Wahana Ajaib Lolos Dramatis ke Final U-18 dan Bidik Tiket Kejuaraan Nasional U-19
- Erupsi Anak Krakatau Meluas, Empat Bandara Ditutup Sementara dan Pesisir Selat Sunda Dipastikan Aman
Menurut Hendra, jumlah ini merupakan akumulasi dari temuan tim di lokasi kejadian hingga pukul 17.00 WIB, di mana terdapat penambahan tiga kantong jenazah baru yang dikirim ambulans pada sore hari.
“Data hingga sore ini mencatat total 25 kantong jenazah telah dievakuasi. Kami terus melakukan sinkronisasi antara data lapangan dengan tim DVI,” ujar Hendra.
Di Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar, proses identifikasi jenazah terus dikebut. Dari puluhan kantong yang diterima, tim forensik sejauh ini telah berhasil mengidentifikasi 11 korban.
Rinciannya terdiri dari 10 jenazah dalam kondisi utuh dan satu identifikasi melalui potongan tubuh.
Adapun daftar nama korban yang telah teridentifikasi adalah Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), A.I. Sumarni (35), dua orang bernama Koswara (masing-masing usia 40 dan 26 tahun), serta Ayu Yuniarti (31).
Sementara itu, satu korban atas nama M. Kori (30) teridentifikasi melalui bagian tubuh yang ditemukan.
Hendra menambahkan bahwa saat ini masih ada laporan kehilangan sebanyak 105 orang. Laporan tersebut mencakup 82 warga sipil dan 23 personel TNI yang diduga turut menjadi korban saat bertugas atau berada di lokasi.
Operasi pencarian menggunakan alat berat untuk hari kedua terpaksa dihentikan sementara menjelang malam. Faktor cuaca yang tidak menentu menjadi pertimbangan utama demi keselamatan tim penyelamat.
Fokus operasi kini dialihkan pada pemeriksaan post mortem terhadap sisa 10 jenazah dan satu bagian tubuh yang belum teridentifikasi di pos DVI.
“Pencarian hari kedua dicukupkan. Kami berharap cuaca esok hari mendukung agar evakuasi bisa dilanjutkan, sembari tim DVI mempercepat identifikasi demi kepastian bagi keluarga korban yang menunggu,” jelas Hendra. (Nars)



