BANDUNG – Harapan warga untuk menghabiskan waktu libur Lebaran 2026 di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) tampaknya harus kandas. Objek wisata edukasi ikonik di Kota Kembang ini dipastikan masih akan tutup dan tidak bisa melayani pengunjung selama masa Idul Fitri tahun ini.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada publik karena proses pembukaan kembali destinasi wisata ini terbentur aturan birokrasi dan izin dari pemerintah pusat.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Izin Kementerian Jadi Ganjalan Utama
Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa operasional lembaga konservasi seperti Bandung Zoo harus tunduk pada regulasi ketat yang ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Hingga saat ini, lampu hijau dari pusat belum juga turun.
“Kami sangat memahami kekecewaan masyarakat. Namun, kami harus mematuhi aturan kementerian terkait pengelolaan lembaga konservasi. Harapannya, setelah libur Lebaran usai, tempat ini baru bisa beroperasi kembali,” ungkap Farhan pada Jumat (13/3/2026).
Buntut Pencabutan Izin dan Polemik Internal
Kondisi Bandung Zoo yang masih “tergembok” ini bukan tanpa sebab. Sejak awal Februari 2026, lokasi ini telah disegel selama tiga bulan menyusul pencabutan izin lembaga konservasi milik Yayasan Margasatwa Tamansari oleh Kementerian Kehutanan.
Langkah drastis ini diambil akibat adanya polemik dualisme pengelolaan di internal pengelola yang tak kunjung usai.
Selain masalah manajemen, penyegelan ini bertujuan untuk mengamankan Barang Milik Daerah (BMD) serta menjamin kesejahteraan satwa agar tetap terpantau dengan baik selama masa transisi.
Sinyal Pengelola Baru di Masa Depan
Meski pintu gerbang masih tertutup rapat saat musim mudik nanti, Pemerintah Kota Bandung tidak tinggal diam. Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kehutanan terus dilakukan untuk mencari solusi jangka panjang.Kabar beredar menyebutkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan proses seleksi untuk mencari pengelola baru yang lebih profesional.
Langkah ini diharapkan menjadi titik terang agar Bandung Zoo tidak hanya sekadar dibuka kembali, tetapi juga dikelola dengan standar konservasi yang lebih tinggi demi keamanan satwa dan kenyamanan pengunjung di masa mendatang. (Nars)

























