KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi menerbitkan pedoman pelaksanaan kegiatan selama bulan suci Ramadan 2026 Masehi atau 1447 Hijriyah.
Melalui Surat Edaran Nomor 347 Tahun 2026, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan bulan puasa sebagai momentum mempererat toleransi dan menjaga kekhusyukan ibadah.
Dalam keterangannya belum lama ini, Dian menekankan pentingnya kondusivitas wilayah. Ia meminta agar euforia menyambut Ramadan tidak dicederai oleh kegiatan yang mengganggu ketertiban umum.
- Anniversary Mobil GTD PKB Jabar: 8 Kendaraan Siaga PKB Kuningan Dikerahkan, Target 2029 Tiap DPAC Punya Unit Sendiri
- Ketua DPRD Kuningan Dukung Evaluasi Total MBG: 5 Pejabat BGN Ditangkap, Anggota Dewan Dilarang Ambil Untung
- Cipayung Plus Kuningan: MBG Harus Dievaluasi Total, Jika Masih Rawan Korupsi Lebih Baik Dihentikan
- Ibu di Kuningan Soroti Unjuk Rasa Gunakan CD Perempuan: Jangan Rendahkan Martabat Perempuan!
- Ratusan Mahasiswa di Kuningan Gelar Aksi Demonstrasi, Soroti Kebijakan Nasional dan Melemahnya Rupiah
“Mari kita jaga toleransi. Bagi saudara-saudara kita umat Islam, isilah bulan penuh berkah ini dengan memperbanyak amaliyah. Bagi masyarakat umum, kami harapkan penghormatan kepada mereka yang sedang berpuasa,” ujar Dian.
Salah satu poin krusial dalam edaran tersebut adalah penutupan total tempat hiburan malam. Bupati menginstruksikan seluruh pengusaha karaoke dan fasilitas live music untuk menghentikan operasionalnya mulai H-1 Ramadan hingga H+2 Idul Fitri. Langkah ini diambil untuk memastikan suasana malam Ramadan tetap tenang dan fokus pada ibadah.
Selain itu, Dian juga memberikan “lampu merah” bagi peredaran petasan. Ia melarang keras pembuatan, penjualan, hingga penggunaan petasan selama bulan puasa dan Idul Fitri.














