
KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan penanganan infrastruktur jembatan yang mengalami kerusakan menjadi prioritas utama pemerintah daerah saat ini.
Langkah cepat diambil guna mencegah potensi akses warga terputus total.Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, U Kusmana, saat ditemui awak media usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Senin (24/11/2025).
- Bupati Kuningan Ungkap Langkah Cepat Penanganan Bencana Puting Beliung dan Mitigasi Musim Hujan
- Solusi Baru Bagi Perantau, Bhisa Shuttle Resmikan Outlet Baru yang Lebih Nyaman
- Respons Cepat Bencana Maleber, Tim Gabungan BPBD, TNI-Polri, dan PLN Evakuasi Warga serta Buka Akses Jalan
- Terjang 5 Desa di Maleber, Angin Puting Beliung Rusakkan 80 Rumah Warga Kuningan
- Musim Hujan Tiba, Sejumlah Wilayah Kuningan Dihantui Bencana Pohon Tumbang dan Banjir
U Kusmana menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi jembatan yang dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah tidak tinggal diam dan telah menginstruksikan dinas teknis terkait untuk segera turun ke lapangan.
“Terkait jembatan, kita sudah koordinasikan. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) sudah melakukan asesmen teknis di lokasi untuk melihat tingkat kerusakannya,” ujarmya.
Mengingat urgensi perbaikan yang menyangkut keselamatan publik dan vitalnya akses tersebut bagi perekonomian warga, Sekda mengungkapkan bahwa pembiayaan perbaikan kemungkinan besar akan menggunakan pos Belanja Tidak Terduga (BTT).
Penggunaan BTT dinilai sebagai langkah paling realistis untuk penanganan yang bersifat darurat (emergency) di penghujung tahun anggaran.
“Karena ini sifatnya mendesak dan darurat, skemanya kita arahkan menggunakan BTT. Kita tidak ingin ambil risiko menunggu terlalu lama yang justru bisa membahayakan masyarakat,” sebutnya.
Lebih lanjut, U Kusmana meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada saat melintasi area tersebut selama proses penanganan berlangsung.
Pihaknya juga menyebutkan, penanganan kerusakan jembatan ini sudah dilakukan saat ini dengan mengaktifkan jalur alternatif sementara agar akses warga tetap bisa berjalan.
“Target kami secepatnya ditangani. Prinsipnya, keselamatan warga adalah yang utama,” ujar mantan Kadisdikbud Kuningan ini. (Nars)
