KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan penanganan infrastruktur jembatan yang mengalami kerusakan menjadi prioritas utama pemerintah daerah saat ini.
Langkah cepat diambil guna mencegah potensi akses warga terputus total.Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, U Kusmana, saat ditemui awak media usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Senin (24/11/2025).
- Kibarkan Pataka Matahari Putih Bersinar, Udin Kusnedi Optimis Kembalikan Masa Keemasan PAN Kuningan
- Buka Rakerda PAN Kuningan, Herry Dermawan Minta Kader Bikin Kelompok Tani Guna Kawal Program Ketahanan Pangan
- Menanti Jadwal Musda, Asep Setia Mulyana Pastikan Pemilihan Ketua Golkar Kuningan Ditentukan Akar Rumput
- Sempat Terbengkalai, Pemandian Air Panas Ciangir Bakal Disulap Bernuansa Alami, Bupati Targetkan Realisasi Anggaran Perbaikan di 2027
- Ratusan Warga Antusias Ikuti Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis IDI Kuningan di Wilayah Perbatasan
U Kusmana menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi jembatan yang dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah tidak tinggal diam dan telah menginstruksikan dinas teknis terkait untuk segera turun ke lapangan.
“Terkait jembatan, kita sudah koordinasikan. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) sudah melakukan asesmen teknis di lokasi untuk melihat tingkat kerusakannya,” ujarmya.
Mengingat urgensi perbaikan yang menyangkut keselamatan publik dan vitalnya akses tersebut bagi perekonomian warga, Sekda mengungkapkan bahwa pembiayaan perbaikan kemungkinan besar akan menggunakan pos Belanja Tidak Terduga (BTT).
Penggunaan BTT dinilai sebagai langkah paling realistis untuk penanganan yang bersifat darurat (emergency) di penghujung tahun anggaran.
“Karena ini sifatnya mendesak dan darurat, skemanya kita arahkan menggunakan BTT. Kita tidak ingin ambil risiko menunggu terlalu lama yang justru bisa membahayakan masyarakat,” sebutnya.
Lebih lanjut, U Kusmana meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada saat melintasi area tersebut selama proses penanganan berlangsung.
Pihaknya juga menyebutkan, penanganan kerusakan jembatan ini sudah dilakukan saat ini dengan mengaktifkan jalur alternatif sementara agar akses warga tetap bisa berjalan.
“Target kami secepatnya ditangani. Prinsipnya, keselamatan warga adalah yang utama,” ujar mantan Kadisdikbud Kuningan ini. (Nars)














