Artikel Cirebon Raya Ekonomi Bisnis

‎UMKM Batik dan Topeng Tradisional Cirebon Tembus Panggung Nasional Lewat Pendampingan PNM

‎‎CIREBON – Di balik pesatnya pertumbuhan usaha kecil di tingkat akar rumput, terdapat proses panjang yang melibatkan keberanian untuk belajar, gagal, dan bangkit kembali. Bagi jutaan perempuan pelaku usaha prasejahtera, kunci keberhasilan tidak hanya terletak pada akses suntikan modal, tetapi juga pada kehadiran pendampingan yang membuka peluang lebih luas.

‎‎Melalui pendekatan pemberdayaan yang komprehensif, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membuktikan bahwa dukungan pembiayaan, pendampingan usaha, serta perluasan jejaring mampu mengangkat kelas pelaku usaha mikro.

Di Cirebon, komitmen ini membuahkan hasil manis dengan suksesnya perajin batik dan pembuat topeng lokal menembus panggung nasional.‎‎‎Kisah inspiratif pertama datang dari Ariri, seorang perajin batik sekaligus nasabah PNM Mekaar Cabang Cirebon.

Karya batiknya berhasil naik kelas melalui kolaborasi istimewa dengan desainer aksesori ternama Indonesia, Rinaldy Yunardi.‎‎

Karya hasil kolaborasi tersebut telah dipamerkan dan dilelang dalam ajang Sonderlab x Kaca Kreatif pada akhir Oktober 2025 lalu. Tidak sekadar bernilai ekonomi, seluruh hasil lelang karya tersebut didonasikan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.‎‎

Soroti Ketimpangan Inklusi, DPR RI dan OJK Siapkan Mahasiswa Uniku Jadi Penggerak Ekonomi & UMKM

“Saya tidak pernah menyangka usaha batik yang sederhana bisa tumbuh sejauh ini. Terima kasih kepada PNM yang selalu mendampingi dan memberi pelatihan, hingga saya diberi kesempatan berkolaborasi dengan desainer sekelas Rinaldy Yunardi. Ini bukan hanya kebahagiaan bagi saya, tapi juga kebanggaan bagi keluarga dan daerah,” ungkap Ariri.‎‎

Kesuksesan serupa juga ditorehkan oleh Ibu Sri, perajin topeng asal “Kota Udang”. Latar belakangnya sebagai mantan penari topeng di Keraton Kasepuhan Cirebon sejak tahun 2010 menumbuhkan kedekatan dan kecintaan mendalam pada warisan budaya tersebut.‎‎

Agar seni tradisi ini tetap relevan dan hadir dalam keseharian masyarakat, Ibu Sri terus melakukan inovasi. Ia tidak hanya memproduksi topeng kayu konvensional, tetapi juga menciptakan berbagai suvenir turunan, antara lain:‎‎ Pulpen berhias topeng‎ , Pensil bermotif karakter topeng‎, Magnet kulkas bernuansa budaya Cirebon‎‎.

Titik balik pengembangan usahanya terjadi saat ia bergabung dengan program Mekaar pada tahun 2022. Ia mulai mendapatkan akses pelatihan dan pameran. Puncaknya, pada tahun 2025, Ibu Sri terpilih mengikuti program Mekaarpreneur —sebuah inkubasi usaha intensif selama tiga bulan di Bandung yang mematangkan kesiapannya bersaing di kancah nasional.‎‎

Hingga Januari 2026, PNM tercatat telah memberdayakan lebih dari 22,9 juta nasabah di seluruh Indonesia. Keberhasilan Ariri dan Ibu Sri menjadi representasi nyata dari efektivitas program pemberdayaan tersebut.

Waspada Kejahatan Digital, Kepala OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Kuningan Jaga Data Pribadi dan Melek Finansial

‎‎Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, menegaskan bahwa pendampingan yang berkelanjutan adalah kunci utama agar pengusaha kecil memiliki daya saing tinggi, tanpa harus kehilangan jati diri budaya lokalnya.

Kisah kedua srikandi UMKM Cirebon ini menjadi bukti nyata bahwa dengan akses, pembinaan, dan ruang aktualisasi yang tepat, warisan budaya dapat terus lestari sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement