
LEBONG – Warga di wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik pada Sabtu (7/3/2026) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa gempa terkini tersebut memiliki kekuatan magnitudo 5,7.
Peristiwa lindu yang terjadi menjelang pergantian hari ini dipastikan aman dan tidak memicu gelombang tsunami.
- WASPADA PENIPUAN! Nama Anggota DPRD Kuningan Susanto Dicatut Pelaku untuk Minta Uang dan Transaksi Fiktif
- Menjaga Keharmonisan Alam dan Leluhur: Menelisik Filosofi di Balik Tradisi Kawin Cai Kuningan
- Kades di Kuningan Sikat Setengah Miliar Dana Desa untuk Utang Pribadi, Polisi Bongkar Modus Liciknya
- Polres Kuningan Ungkap 7 Kasus Narkoba Selama Oktober 2026, 16 Tersangka Diamankan
- Polres Kuningan Tegas! Pedagang Miras Ilegal Berkedok Usaha Lain Izin Usahanya Bisa Dicabut
Berdasarkan data pemutakhiran dari BMKG, seperti yang ditulis laman https://www.bmkg.go.id/gempabumi titik episentrum atau pusat gempa terdeteksi berlokasi di wilayah daratan. Titik persisnya berjarak sekitar 64 kilometer ke arah barat dari pusat Kabupaten Lebong.
“Dalam rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada di darat sekitar 64 kilometer Barat Lebong,” demikian bunyi laporan BMKG terkait parameter gempa tersebut.
Meskipun guncangannya cukup kuat mengingat pusatnya berada di darat, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini yang mengonfirmasi bahwa gempa tersebut sama sekali tak berpotensi tsunami. Kepastian ini diharapkan dapat meredam kepanikan warga, terutama mereka yang berada atau berbatasan dengan wilayah pesisir pantai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari otoritas terkait mengenai potensi kerusakan bangunan atau adanya korban jiwa akibat peristiwa seismik di daratan Lebong ini.
Pihak BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan tidak mudah mempercayai informasi palsu (hoaks). Masyarakat diminta untuk selalu merujuk pada kanal-kanal informasi resmi milik BMKG guna memperbarui situasi terkini. (Nars)
