KUNINGAN – Satu unit truk bernopol AA 8249 IF ditemukan sarat muatan kayu langka jenis Sonokeling di tengah hutan Blok Panjakroma, Desa Pasawahan, Kamis (8/1/2026) dini hari.
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan hasil hutan tersebut, namun satu pertanyaan besar kini menyeruak: Siapa sebenarnya dalang di balik aksi nekat ini?
- Rakyat Gigit Jari, Di Tengah Gaung Efisiensi Anggaran, DPRD Kuningan Gelar Bimtek Miliaran Rupiah
- Seleksi Calon Kadis Hanya Diikuti 67 Pejabat Eselon III, Pengamat Soroti Sistem Data Manajemen Talenta BKPSDM Kuningan
- Diwarnai Kartu Merah, Persib Bandung Susah Payah Tahan Imbang Dewa United 2-2
- Bidik Pasar Global, Kuningan Siapkan Diri Jadi Pemain Kopi Kualitas Dunia
- Demo Warga Kalimanggis Kulon Berbuah Hasil, Kades Wahidi Dipastikan Tak Ngantor Lagi Mulai Besok
Dalam operasi penyergapan yang berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB itu, petugas mendapati barang bukti yang mencengangkan. Terdapat 16 batang kayu Sonokeling dengan ukuran raksasa—beberapa di antaranya berdiameter hingga 83 sentimeter—yang sudah siap angkut di atas bak truk.
Humas BTNGC, Ady Sularso, menjelaskan operasi ini bermula dari deteksi dini aktivitas mencurigakan oleh tim gabungan Polhut, Babinsa, dan masyarakat sejak Rabu malam. Namun, saat tim melakukan serbuan, para pelaku berhasil melarikan diri ke dalam rimbunnya hutan yang gelap gulita.
“Kondisi gelap dimanfaatkan pelaku untuk kabur. Tapi mereka meninggalkan truk beserta muatannya. Ini menjadi pintu masuk bagi kami untuk membongkar jaringan ini,” ujar Ady Sularso.


Meski para penebang liar berhasil lolos dari sergapan awal, mereka meninggalkan jejak yang fatal. Di dalam kabin truk, petugas menemukan sejumlah dokumen penting seperti STNK, buku KIR, hingga kartu e-money.
Petunjuk-petunjuk inilah yang menjadi kunci bagi pihak kepolisian untuk memburu pemilik dan otak di balik pembalakan liar tersebut. Respons cepat ditunjukkan oleh Polsek Pasawahan yang langsung melakukan olah TKP.
“Dari pengembangan bukti-bukti yang tertinggal, Polsek Pasawahan berhasil mengamankan seorang pria berinisial N. Saat ini N diduga kuat terlibat dan sedang menjalani pemeriksaan intensif,” ungkap Ady.
Penangkapan “N” diharapkan menjadi benang merah untuk menarik keluar aktor intelektual yang memodali operasi pencurian kayu bernilai ekonomis tinggi ini.Ady menegaskan bahwa BTNGC tidak akan main-main dalam menjaga aset konservasi negara.
“Barang bukti kayu dan truk sudah kami amankan. Kami mengajak masyarakat untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Jangan biarkan Ciremai dijarah,” tegasnya mewakili Kabalai TNGC, Toni Anwar. (Nars)

























