

KUNINGAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem akan melanda wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, selama tiga hari ini, Selasa hingga Kamis (14-16/1/2025). Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di seluruh wilayah kecamatan.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan bencana banjir dan longsor akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut sejak Selasa malam.
Pantauan Kuningan Religi pada Rabu petang, sebanyak enam titik jalan utama mengalami genangan banjir, termasuk di ruas Kuningan-Cirebon, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Cut Nyak Dhien, dan Jalan Eyang Hasan Maolani, serta di sekitar Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan.
- Kebakaran Rumah Makan Ali Action di Taman Kota Kuningan Padam Cepat karena Kesigapan Petugas
- Tiga Macan Tutul Terekam Kamera Trap di Ciremai, Bagaimana Nasib Slamet Ramadhan?
- Cegah Karhutla Meluas, BTNGC Terbangkan Drone Tiap Jam dan Tutup Jalur Pendakian Ciremai
- Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Gagas Program Edukasi Interaktif Pelajar di Kuningan
- Siapkan Generasi Emas 2045, Bakesbangpol Jabar Tanamkan Karakter ‘Ngabela Nagara’ pada Pemuda Kuningan
Selain banjir, BPBD juga melaporkan terjadinya longsor di empat wilayah, yakni Desa Bungurberes Kecamatan Cilebak, Desa Linggajaya Kecamatan Ciwaru, Desa Pakapasan Hilir Kecamatan Hantara, dan Kelurahan Cijoho Kecamatan Kuningan.
Indra Bayu Permana, melalui rilis Pusdalops BPBD Kuningan menyebutkan, longsor terjadi di Kelurahan Cijoho menyebabkan pagar Gedung IPHI Kabupaten Kuningan roboh dan menimpa lima unit kendaraan roda empat yang terparkir. Sementara di Desa Pakapasan Hilir, sebagian bahu dan badan jalan amblas akibat longsor.


“Di Desa Linggajaya, longsor mengancam satu rumah yang tertimpa di bagian teras serta menutupi aliran Sungai Cipahing,” jelas Indra. Sedangkan di Desa Bungurberes, dua rumah terdampak longsoran TPT.


BPBD Kuningan telah melakukan asesmen di lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan segera. “Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan berjalan maksimal agar dampak bencana dapat diminimalisir,” tegas Indra.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan segera melaporkan kondisi darurat ke BPBD atau pihak berwenang setempat. (NARS)



