BANDUNG – Kepala Sekretariat Umum (Kasetum) Polda Jabar, AKBP Etie Mulyati, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital di lingkungan Polri sangat bergantung pada faktor manusia.
Ia memperingatkan, tanpa integritas operator, sistem digital secanggih apa pun dapat runtuh akibat penyalahgunaan wewenang dan kelalaian yang merusak kepercayaan publik.
- Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
Penegasan ini disampaikan AKBP Etie Mulyati saat memimpin Sosialisasi Peningkatan Integritas bagi Operator Administrasi Digital Satker dan Satwil jajaran Polda Jabar di Hotel Shakti, Bandung.
Kegiatan ini, menurut Kasetum, merupakan implementasi dari program Presiden Prabowo Subianto (Astacita poin 4) terkait penguatan SDM, serta Commander Wish Kapolda Jabar (Irjen Pol Rudi Setiawan) poin 7, yakni mendorong transformasi digital untuk efisiensi dan pelayanan prima.
AKBP Etie Mulyati secara khusus menyoroti peran vital para admin khusus atau operator aplikasi.”Keberhasilan sistem digital sangat bergantung pada faktor manusia, khususnya para operator aplikasi yang menjadi garda terdepan dalam pengelolaan surat,” ujar Kasetum.
Ia mengingatkan bahwa tanpa adanya budaya integritas yang kuat, potensi penyimpangan sangat mungkin terjadi.
”Potensi penyimpangan seperti kelalaian dalam operasionalisasi surat dan penyalahgunaan wewenang dapat mengurangi kepercayaan publik dan merusak citra institusi,” tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut Kasetum, Polda Jabar tidak hanya membutuhkan operator yang andal secara teknis, tetapi juga individu yang memiliki kualitas moral dan etika yang tinggi.
“Operator yang berintegritas akan selalu bertindak jujur, bertanggung jawab, dan konsisten dalam menjalankan tugas serta mematuhi standar etika, sehingga terhindar dari kelalaian, penyimpangan, dan penyalahgunaan wewenang,” paparnya.
Acara sosialisasi ini juga menghadirkan Irwasda Polda Jabar sebagai pemateri utama.Kegiatan ini ditutup dengan momentum penting, yakni pembacaan dan penandatanganan naskah Pakta Integritas oleh seluruh operator.Langkah ini diambil agar peran operator semakin profesional dan terhindar dari segala bentuk penyimpangan. (Nars/rls)



























