KUNINGAN – Umat Islam akan disuguhkan fenomena alam istimewa pada pertengahan bulan suci Ramadan tahun ini. Tepat pada Selasa, 3 Maret 2026 yang bertepatan dengan 15 Ramadan 1447 Hijriah, diprediksi akan terjadi Gerhana Bulan Total. Menyikapi peristiwa astronomi tersebut, umat Islam diimbau untuk menghidupkan malam gerhana dengan amaliah ibadah, khususnya Salat Gerhana (Khusuf).
Berdasarkan edaran himbauan amaliah yang diterima, kronologis gerhana bulan akan berlangsung dalam beberapa fase. Awal kontak umbra (U1) dijadwalkan mulai pada pukul 16.50.51 WIB.
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
- Karya Bakti Kodim Kuningan: Sinergi TNI dan Warga Kebut Pembangunan Jalan Cimenga
Selanjutnya, awal kontak total (U2) terjadi pada pukul 18.04.26 WIB, dan mencapai puncak gerhana pada pukul 18.33.37 WIB. Fase gerhana total akan berakhir (U3) pada pukul 19.02.48 WIB, dan secara keseluruhan akhir umbra (U4) berkesudahan pada pukul 20.17.13 WIB.
Merujuk pada panduan dari Kitab Nihayatul Zein, pelaksanaan Salat Gerhana dianjurkan dilakukan setelah Salat Magrib, dan sah dikerjakan baik secara sendiri (munfarid) maupun berjemaah. Terdapat tiga cara pelaksanaan (kaifiat) yang bisa dipilih oleh jemaah, yaitu:
1. Cara Minimal (Had Aqol): Dilakukan dengan salat dua rakaat biasa, menyerupai salat sunah qobliyah dzuhur, yakni tanpa dua kali rukuk dan tanpa khotbah setelah salat. Praktik idealnya dikerjakan seusai salat Magrib berjemaah, wirid, dan salat ba’diyah Magrib atau awabin, baru dilanjutkan dengan salat gerhana dua rakaat.
2. Cara Pertengahan: Salat dua rakaat dengan membaca surah Al-Fatihah dan melakukan rukuk sebanyak dua kali pada setiap rakaatnya, namun tanpa disertai khotbah setelahnya.
3. Cara Sempurna: Dilakukan dengan salat dua rakaat, di mana terdapat bacaan surah Al-Fatihah dan dua kali rukuk di setiap rakaat, lalu diakhiri dengan pelaksanaan khotbah.
Bagi masjid atau musala yang ingin melaksanakan dengan cara sempurna, edaran tersebut memberikan rekomendasi jadwal praktis. Jemaah bisa mulai menggemakan takbir pada pukul 17.40 WIB. Saat azan Magrib berkumandang pukul 18.15 WIB, jemaah berbuka puasa dan dilanjutkan salat Magrib berjemaah.
Pada pukul 18.30 WIB, dilaksanakan salat gerhana berjemaah dan khotbah gerhana. Rangkaian ibadah ini akan bersambung hingga azan Isya pada pukul 19.20 WIB, untuk kemudian melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjemaah.
Sebagai langkah yang efektif, jemaah diperbolehkan mengambil cara pelaksanaan minimal. Di samping itu, umat Islam juga sangat disunahkan untuk memperbanyak bacaan istigfar serta takbir sebelum waktu Magrib tiba pada hari tersebut. (Nars)






























