KUNINGAN – Memasuki hari kedua di bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk terus meningkatkan intensitas ibadah dan memperbanyak doa. Setiap hari dalam bulan penuh ampunan ini memiliki nilai spiritual yang tinggi, termasuk anjuran melafalkan doa-doa harian yang sarat akan makna mendalam.
- Perburuan Gelar ISL Makin Panas: Tekuk Bali United 3-2, Borneo FC Samai Poin Persib Bandung
- Gol Indah Mario Peralta Samakan Kedudukan 1-1, Laga Sengit Bali United vs Borneo FC Masih Berlangsung
- Selasa Besok PLN ULP Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Kuningan Timur, Ini Lokasinya
- Meriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cirebon, Kuningan Usung Eksotisme Tradisi Kawin Cai
- Kuasai Segiri, Persib Bandung Bungkam Persija 2-1 dan Kokoh di Puncak Klasemen
Khusus pada hari kedua puasa, terdapat sebuah doa agung yang sangat dianjurkan untuk dibaca oleh kaum muslimin. Doa ini memuat permohonan tulus seorang hamba agar langkahnya senantiasa didekatkan pada rida Allah SWT, dihindarkan dari segala bentuk kemurkaan-Nya, serta diberikan kemampuan ekstra untuk mendalami ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Berikut adalah lafal bacaan doa hari kedua Ramadan, lengkap dengan tulisan Arab, transliterasi Latin, dan terjemahannya untuk memudahkan umat Islam dalam mengamalkannya:
اللهُمَّ قَرِّبْنِي فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِي فِيهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقِمَتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيهِ لِقِرَاءةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يا أرْحَمَ الرَاحِمِيْنَ
Latin:
Allâhumma qarribnî fîhi ilâ mardhâtika wa jannibnî fîhi min sakhatika wa naqimâtika wa waffiqnî fîhi liqirâ-ati âyâtika birahmatika yâ arhamar râhimîn.
Artinya:”Ya Allah, dekatkanlah daku pada keridhaan-Mu dan jauhkan aku dari sumber kemarahan dan kemurkaan-Mu. Beri aku kekuatan agar bisa menelaah ayat-Mu dengan kemurahan-Mu wahai Yang Maha Murah.”
Membedah Tiga Esensi Utama Doa Hari KeduaUntaian doa singkat tersebut sejatinya merangkum tiga esensi utama yang menjadi target pencapaian spiritual seorang mukmin selama berpuasa.
Mengejar Rida Ilahi: Permohonan pertama menegaskan bahwa tujuan tertinggi dari menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu tidak lain adalah demi menggapai keridaan Allah SWT semata.
Permohonan kedua selaras dengan hakikat puasa sebagai tameng (junnah). Umat Islam meminta perlindungan agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang dapat memicu murka Allah, baik dari lisan, pandangan, maupun perbuatan.
Kekuatan Menelaah Al-Qur’an: Karena Ramadan identik dengan Syahrul Quran (Bulan Al-Qur’an), doa ini secara spesifik meminta taufiq atau kekuatan untuk tekun membaca, mengkaji, dan menelaah firman-Nya. Ini menjadi pengingat agar waktu di hari kedua puasa diisi dengan interaksi yang intens bersama Al-Qur’an.
Dengan mengamalkan doa ini, diharapkan ibadah puasa yang dijalankan tidak sekadar menahan lapar, tetapi benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas ketakwaan dan ilmu agama. (Nars)



















