

KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan optimismenya terkait pemulihan kondisi keuangan daerah. Dalam pertemuan santai dengan sejumlah awak media di Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Selasa (10/2/2026), Dian mengungkapkan keyakinannya bahwa Kabupaten Kuningan akan mencapai titik nol utang pada akhir tahun 2026.
“Mohon doanya, tahun 2027 kita sudah mulai bergerak dengan APBD nol, artinya bebas dari utang. Alhamdulillah, dalam kurun waktu satu tahun kurang, gagal bayar sudah kita selesaikan dan utang-utang mulai terurai,” ujar Dian.
- Ketua DPRD Kuningan Tuding Eksekutif Sepelekan Revisi RTRW dan Tak Hargai Rakyat
- Kepala Dinas Kompak Absen, Audiensi RTRW Kuningan Dibubarkan: Relawan Lingkungan Ancam Aksi Massa
- Kuningan Simpan Segudang Bakat Sepak Bola Putri, Akademi Persib dan Askab PSSI Kuatkan Sinergi Pembinaan
- Semarakkan Malam Kemerdekaan, Sekretariat DPRD Kuningan Antusias Ikuti Pawai Taptu
- Babinsa Luragung dan Warga Cileuya Kompak Sulap Jalan Gang Lebih Asri
Dian mengakui membangun Kuningan bukanlah tugas mudah, terlebih dengan kondisi awal keuangan daerah yang defisit atau minus, berbeda dengan daerah lain yang memulai dengan surplus.
Namun, berkat langkah penghematan ekstrem, termasuk pemangkasan biaya perjalanan dinas hingga 50 persen dan pengurangan kegiatan seremonial, kondisi fiskal daerah berangsur membaik.
Selain pembenahan keuangan, Dian juga menekankan perubahan orientasi program kerja di lingkup SKPD. Ia mengaku “setengah memaksa” jajarannya untuk meninggalkan program rutinitas yang repetitif dan beralih ke program yang efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat, meski dengan anggaran terbatas.
“Anggaran besar tidak menjamin efektivitas. Kuncinya adalah tepat sasaran,” tegasnya.
Sebagai bukti, Dian mencontohkan keberhasilan program di sektor pertanian. Dengan memberikan bantuan bibit bersertifikat gratis dan subsidi pupuk kepada kelompok tani, produktivitas panen meningkat dari dua kali menjadi tiga kali setahun.
Dampak dari kebijakan tersebut mulai terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Dian memaparkan bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kuningan tercatat di atas rata-rata Jawa Barat dan Nasional, bahkan sempat menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa pada kuartal kedua.
Angka kemiskinan pun berhasil turun sebesar 0,2 digit, sebuah capaian yang belum pernah terjadi dalam 4-5 tahun terakhir.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait jalan rusak, Dian meminta warga untuk bersabar. Ia mengapresiasi kinerja Dinas PUPR yang dalam 8 bulan terakhir telah memperbaiki 116 ruas jalan.
“Tahun ini kita anggarkan untuk perbaikan kurang lebih 130 ruas jalan. Uang serupiah pun kita prioritaskan untuk yang berdampak,” janjinya. (Nars)



