

KUNINGAN – Fenomena kematian massal hewan ternak kembali menggemparkan warga Kabupaten Kuningan. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, sebanyak 43 ekor kambing milik peternak di Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak, ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan diduga akibat serangan hewan buas.
- Kasus Dugaan Keracunan MBG di Ciwaru: Satgas Telusuri Dapur Pengolah dan Uji Rantai Pasok Makanan
- Diduga Keracunan Program MBG, Puluhan Siswa di Ciwaru Dilarikan ke Puskesmas, Satu Dirujuk ke RS
- Siaga Karhutla Ciremai, Relawan MPA Silihwangi Majakuning Aktifkan Embung 4.000 Liter
- Hj Tina Wiryawati Ubah Wajah Sungai Cisanggarung, Warga Kadugede Bersiap Sambut Kawasan Wisata
- Sinergi Tina Wiryawati dan Budayawan Kuningan: Cegah Generasi Muda Lupa Akar Budaya Melalui Padepokan Seni Silat
Serangan terbaru terjadi pada Senin (12/1/2026) malam di Dusun Bangbayang. Dalam satu malam, sedikitnya 16 ekor kambing ditemukan tewas di dalam kandang dengan luka robek mengaga di beberapa bagian tubuh.


Kaur Keuangan Desa Bungurberes, Uju Junaedi, membenarkan rentetan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (13/1/2026).
“Benar, total sudah ada sekitar 43 ekor yang mati dalam sebulan ini. Terakhir tadi malam di Dusun Bangbayang ada 16 ekor. Kondisinya mengerikan, banyak luka bekas gigitan dan cakaran,” ungkap Uju.
Hingga saat ini, jenis hewan pemangsa tersebut belum dapat dipastikan. Warga menduga pelakunya adalah kawanan anjing hutan (ajag) atau kemungkinan macan tutul yang turun dari kawasan hutan sekitar.
Pascakejadian, warga setempat langsung melakukan penguburan massal terhadap bangkai-bangkai kambing tersebut.Uju menambahkan, pihak dinas terkait sebenarnya sudah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan jumlah ternak yang menjadi korban.
Namun, hingga kini belum ada langkah teknis atau upaya mitigasi terperinci dari pemerintah untuk menghentikan serangan tersebut.
Mengantisipasi serangan susulan, para peternak dan warga desa kini berinisiatif meningkatkan kewaspadaan. “Warga sekarang gilir jaga malam atau Siskamling, fokus mengawasi area sekitar kandang ternak agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkapnya. (Nars)



