Kuningan Parlemen Pemerintahan

Fokus APBD 2027: Bupati Kuningan Kebut Sektor Pertanian Termasuk’Green Tourism’ di Lereng Ciremai

banner 468x60

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai mengunci arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027. Sektor pertanian, pengembangan pariwisata berkelanjutan (green tourism), serta peningkatan infrastruktur dipastikan menjadi tiga pilar utama pembangunan daerah ke depan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, usai menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Realisasi APBD Kuningan 2026 Semester Pertama di Gedung DPRD Kuningan, Senin (13/7/2026).

banner 336x280

Bupati Dian menilai, ketiga sektor tersebut merupakan fondasi paling krusial untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi Kuningan.”Rancangan APBD 2027 akan tetap condong ke pertanian, pariwisata, dan infrastruktur pendukung. Kuningan ini insyaallah akan semakin maju kalau kita tetap fokus pada sektor-sektor tersebut,” ungkapnya kepada awak media.

Terkait urgensi di sektor pertanian, Bupati memaparkan bahwa ketahanan pangan merupakan prioritas mutlak. Ia menyebutkan, berkat sinergi yang terbangun selama satu tahun terakhir, sektor pertanian Kuningan mulai menampakkan hasil yang signifikan.

“Urgensinya jelas pada ketahanan pangan. Sekarang kita sudah surplus hingga 120.000 ton. Ke depan, kita punya cita-cita dan mimpi besar untuk membangun Rumah Sayur atau Pasar Sayur khusus, karena potensi sayuran di Kuningan ini sangat luar biasa,” jelas Bupati.

Revisi RTRW Kuningan Buka Peluang Wisata Lereng Ciremai, Pemkab Kuningan Beri Batasan Ini

Selain menggenjot sektor agrikultur, Pemkab Kuningan juga menaruh perhatian ekstra pada pengembangan pariwisata, khususnya di kawasan lereng Gunung Ciremai. Bupati Dian secara tegas mengingatkan bahwa pembukaan zona wisata baru tidak boleh mengorbankan ekologi.Ia menekankan konsep green tourism, di mana kepariwisataan, pemberdayaan masyarakat, dan kelestarian alam harus berjalan harmonis.

“Wisata itu jangan dianalogikan dengan merusak alam. Saya sudah sampaikan berkali-kali kepada SKPD, hati-hati, pariwisata jangan sampai merusak alam. Harus ada kecermatan. Core (inti) Kuningan memang pariwisata dengan bentang alam dan hawanya yang sejuk, itu yang ingin terus kita pertahankan,” tegasnya.

Guna menunjang pertanian dan pariwisata, Pemkab Kuningan juga terus berpacu memperbaiki infrastruktur, meski diakui terbentur keterbatasan anggaran. Bupati meminta masyarakat untuk bersabar karena perbaikan ruas jalan dilakukan secara bertahap.

“Tahun lalu sudah ada 142 ruas jalan yang kita bereskan. Saat ini kemantapan jalan kita sudah meningkat di angka 82 persen. Awal Agustus ini proses lelang jalan yang rusak akan dimulai, dan tahun depan anggaran infrastruktur akan kita tambah lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga membawa angin segar terkait revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kuningan yang sudah tidak diperbarui selama 15 tahun. Revisi ini diproyeksikan akan diketok palu pada akhir Juli 2026.

Jawab Keluhan Warga, Bupati Kuningan Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Sudah Masuk Lelang

“Ini babak sejarah baru. Banyak investor dengan potensi investasi triliunan yang sedang wait and see menunggu kepastian hukum RTRW ini. Jika sudah disahkan, lapangan pekerjaan akan terbuka lebar dan angka pengangguran di Kuningan otomatis akan menurun,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait realisasi APBD semester pertama tahun 2026, Bupati menyebut pencapaiannya sudah menyentuh angka sekitar 48 persen. Pihaknya optimis target pendapatan akan terus dikebut dan tercapai sesuai lintasan (on the track) pada semester kedua ini. (Nars)

banner 336x280
× Advertisement
× Advertisement