BANDUNG — Tampil di hadapan 31 ribu pendukung fanatiknya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (24/4/2026), Persib Bandung harus menahan rasa frustrasi. Gempuran bertubi-tubi skuad Maung Bandung sepanjang babak pertama pekan ke-29 Indonesia Super League seolah tak berarti saat harus membentur kokohnya Tembok Frigeri di bawah mistar gawang Arema FC.
Pertandingan yang menjadi bagian krusial dari lima laga terakhir Persib musim ini menyajikan pertarungan taktik tingkat tinggi yang mendebarkan.
- Meski Tampil Dominan di GBLA, Persib Bandung Ditahan Imbang Arema FC 0-0
- Puluhan Ribu Bobotoh di GBLA Geregetan, Tembok Frigeri Sukses Bikin Persib Buntu! Skor 0 – 0 di Babak Pertama
- Serahkan SK DPC Kuningan, DPD PDIP Jabar Tekankan Konsolidasi Melalui Aksi Sosial
- Gunakan Trik Edarkan Sabu dengan Sistem Peta, BHA Harus Mendekam di Dinginnya Jeruji Polisi
- Waspada Amuk Api Jelang Kemarau, Puluhan Rimbawan Kuningan Digembleng Damkar Jadi ‘Benteng Ekologi’ Hutan
Berikut adalah rangkuman jalannya babak pertama:
Mengincar poin penuh, skuad asuhan Persib langsung menerapkan tekanan tinggi atau high-pressing sejak peluit awal dibunyikan. Lini belakang Arema langsung diuji saat laga baru berjalan tiga menit. Umpan matang dari Berguinho berhasil dieksekusi dengan tendangan langsung oleh Andrew Jung.
Sayangnya, peluang emas ini menjadi panggung perdana bagi Tembok Frigeri, sang kiper Arema, Lucas Frigeri, yang sukses menepis bola dengan gemilang.
Berguinho tampil dominan sebagai motor serangan dan penyuplai bola utama. Namun, rapatnya barisan pertahanan Arema membuat trisula lini depan Persib yang diisi Andrew Jung, Luciano, dan Thom Haye kesulitan mengonversi bola menjadi peluang matang hingga menit ke-12.
Dua sepak pojok yang dieksekusi Thom Haye dari sudut kiri gawang pun terbuang percuma.Sadar terus dikurung, Arema FC menerapkan strategi defense-counter attack yang sangat disiplin.
Mereka memilih bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik kilat. Taktik ini nyaris membuahkan hasil pada menit ke-14 lewat tendangan bebas mematikan yang mengarah langsung ke mulut gawang Persib, beruntung kiper Fitrah Maulana masih sigap menepisnya.
Ancaman Arema berlanjut pada menit ke-19 dan ke-24. Melalui skema serangan balik cepat, Gustafo mencoba peruntungannya. Beruntung bagi kubu tuan rumah, barisan pertahanan Maung Bandung berhasil melakukan tekel krusial, dan sepakan Gustafo masih melambung tipis di atas mistar.
Memasuki menit ke-30, ritme permainan menurun menjadi pertarungan taktis yang cantik di lini tengah, minim dengan bola-bola cepat. Wasit Candra yang memimpin laga juga patut diapresiasi karena menerapkan gaya kepemimpinan play-on, membiarkan pertandingan mengalir natural.
Hal ini terlihat saat insiden Thom Haye yang tak sengaja terinjak kakinya oleh Hansa Buyama saat berebut bola di menit ke-35. Wasit menilai itu bukan pelanggaran dan hanya memberikan drop-ball untuk Arema.Menjelang akhir babak pertama, Persib kembali menaikkan tempo.
Menit ke-38, Uiliam Baros berhasil berhadapan satu lawan satu dengan Lucas Frigeri. Bola muntah dari tangan sang kiper gagal dimaksimalkan oleh Baros. Semenit berselang, Baros kembali mendapat kemelut di mulut gawang, namun lagi-lagi Tembok Frigeri dan barisan bek Arema berhasil menyapu bola keluar dari area berbahaya.
Meski mendapat tambahan waktu tiga menit, rentetan serangan Persib tetap berujung buntu. Kedudukan kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum, memaksa Persib harus memutar otak lebih keras di ruang ganti jika ingin meruntuhkan Tembok Frigeri di babak kedua. (Nars)





























