Advertisement Advertisement
Insiden Kuningan Pemerintahan

Tragedi Kematian Ikan Dewa di Balong Girang Cigugur, Bupati Kuningan Segera Evaluasi PDAU

‎‎KUNINGAN – Tragedi kematian massal Ikan Dewa (Kancra Bodas) di objek wisata Balong Girang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, kian memprihatinkan. Hingga Selasa (10/2/2026), jumlah ikan keramat yang mati dilaporkan sudah mencapai lebih dari 800 ekor.

‎‎Peristiwa ini tidak hanya menjadi pukulan bagi ekosistem dan ikon wisata daerah, namun juga memicu langkah cepat Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) selaku pengelola kawasan wisata Balong Girang.‎‎

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyatakan keprihatinannya atas musibah tersebut. Ia menegaskan kematian ikan tidak terjadi karena satu penyebab, melainkan akumulasi berbagai faktor mulai dari kondisi lingkungan kolam hingga persoalan manajemen pengelolaan.‎‎

“Laporan yang masuk tadi pagi sudah hampir mencapai 800 ekor ikan yang mati. Ini tentu menjadi keprihatinan bersama,” ujar Dian saat dikonfirmasi di Kuningan, Selasa (10/2/2026).‎‎

Bupati Dian mengungkapkan hasil investigasi tim ahli dan dokter hewan melalui biopsi serta nekropsi. Fakta mengejutkan ditemukan bahwa sebagian besar ikan yang mati mengalami kondisi perut kosong atau kelaparan.‎‎

‎232 ASN Terdampak Mutasi di Kuningan Hari Ini, Baca Daftar Lengkapnya

“Saat dilakukan operasi, di lambungnya memang tidak ada makanan. Kemudian ditemukan cacing, tingkat keasaman air yang tinggi, serta serangan jamur,” jelasnya.‎‎

Selain itu, Dian menyoroti kemungkinan masuknya penyakit dari ikan luar yang tidak steril. Ikan jenis nilem yang dimasukkan untuk atraksi terapi ikan diduga membawa patogen yang menular ke populasi Ikan Dewa asli.

‎‎“Bisa saja dari ikan-ikan yang didatangkan, seperti nilem untuk terapi ikan, yang tidak steril akhirnya menularkan penyakit. Ada juga dugaan faktor suhu,” tambahnya.‎‎

Sebagai langkah darurat, Pemkab Kuningan melalui Diskanak telah melakukan berbagai upaya teknis seperti pompanisasi suplai oksigen, pengurasan air kolam, hingga pembongkaran infrastruktur yang dinilai bermasalah.‎‎

Salah satu temuan penting adalah keberadaan sumur tua yang tertutup puluhan tahun dan menjadi perangkap ikan saat kolam dikuras.‎‎“Ada sumur yang tertutup selama puluhan tahun, kita bongkar. Ternyata sumur itu menjadi tempat ikan terjepit saat dikuras. Aliran airnya sekarang kita buka,” tegas Dian.‎‎

‎Rombak Kabinet, Bupati Dian Rotasi Sejumlah Kepala Dinas: Guruh Jadi Sekwan, Carlan Pimpin Disdikbud‎‎

Namun, Bupati menyampaikan tragedi ini harus menjadi momentum pembenahan serius. Ia memastikan akan segera melakukan evaluasi total terhadap manajemen PDAU agar pengelolaan aset wisata daerah dilakukan lebih profesional.‎‎

“Hari ini saya akan wawancara terakhir untuk direksi PDAU. Saya ingin ada perubahan mindset. Ke depan, PDAU tidak perlu gemuk strukturnya, cukup menjadi semacam holding company. Unit-unit usahanya nanti kita kerjasamakan secara profesional,” pungkasnya.‎‎

Pemerintah Daerah memastikan akan terus berupaya menyelamatkan sisa populasi Ikan Dewa yang menjadi simbol budaya sekaligus ikon pariwisata Kabupaten Kuningan.‎ (Nars)

Lampu Hijau BKN Turun, Gerbong Mutasi Pejabat Kuningan Bergerak Hari Ini Pukul 14.00 WIB‎‎
× Advertisement
× Advertisement